Ternyata Ada Lokasi Judi Juga di Kampung Narkoba ala Kolombia yang Digerebek

Jabbar Ramdhani - detikNews
Minggu, 26 Apr 2020 13:46 WIB
Polresta Palangka Raya gerebek kampung narkoba di daerah Puntun, Pahandut, yang punya sistem keamanan ala markas bandar narkoba Kolombia
Penggerebekan kampung narkoba ala Kolombia di Palangka Raya (Foto: dok Istimewa)
Palangka Raya -

Polisi menggerebek kampung narkoba di Kalimantan Tengah (Kalteng). Rupanya kampung narkoba ala markas kartel narkoba di Kolombia itu jug menyediakan lokasi untuk berjudi.

Dari peta lokasi yang diberikan Kapolresta Palangka Raya Kombes Dwi Tunggal Jaladri, tampak keterangan lokasi untuk berjudi. Arena judi itu berada dekat dengan portal masuk ke area penjualan narkoba setelah melewati pos 2 penjagaan.

Lokasi kampung narkoba itu berada di daerah Puntuh, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut. Polisi memetakan lokasi kampung narkoba itu yang memiliki tiga lapis gerbang masuk. Pada setiap pos terdapat penjagaan.

Peta Lokasi Kampung Narkoba ala Kolombia di Kalteng dengan 3 Lapis GerbangArena judi dadu yang berada di dalam kampung narkoba. (Foto: dok istimewa)

"Pos 2 yang merupakan penjagaan luas 2 meter x 2 meter terbuat dari kayu bentuas atau bengkirai di samping ada pintu gerbang tertutup yang selalu dijaga," kata Kombes Dwi Tunggal Jaladri, Minggu (26/4/2020).

"Memang kampung narkoba di sini seperti di Kolombia, yang ada pakai pos pantau, pakai tower, pakai pos 1, pos 2, pos 3. Dan tiap polisi masuk ke sana kalau cuma 10 orang pasti dikeroyok sama bandar di sana," imbuhnya.

Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Kamis (23/4) ini, polisi menangkap lima orang yang mencoba menghalangi petugas. Mereka bahkan sudah berkali-kali ditangkap. Namun tidak ada barang bukti narkoba karena mereka berperan sebagai mata-mata.

Polisi masih mendalami pemilik lokasi ini. Para bandar yang hendak ditangkap kabur karena mereka sudah mempersiapkan akses tersebut di kampung narkoba ini.

"Bandar masih kita kembangkan karena saat kita gerebek mereka melarikan diri. Dan akses melarikan diri ada (hanya) barang bukti yang ditinggal. Akses untuk melarikan diri ada yang lewat hutan dan sungai. Memang ada speed (boat) di belakang itu yang akan dipakai apabila ada penggerebekan langsung melarikan diri," ungkap Kombes Dwi.

Akhirnya petugas membakar kampung narkoba yang dijadikan lokasi transaksi dan pemakaian sabu ini. Selain 5 orang, petugas mengamankan 16 paket sabu, 20 alat isap sabu, senapan, senjata tajam katana, dan uang tunai Rp 16 juta.

(dhn/dhn)