Mantan Buruh Serabutan Berbagi Tips Jadi Petani Sayur yang Sukses

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Minggu, 26 Apr 2020 10:45 WIB
Mola TV
Foto: Dok. Mola TV
Jakarta -

Menjadi seorang petani sukses seperti sekarang, Bagas Suratman harus melewati perjalanan yang penuh darah. Kepada Butet, ia menceritakan bahwa dahulu ia hanya seorang buruh serabutan. Bahkan ia sempat terjerembab dalam lubang hitam perjudian hingga minuman keras.

"Sebenarnya pekerjaan apapun sudah kita jalani, kayak buruh pabrik cat, kenek metromini, pedagang buah sampai salesman panci. Dulu saya itu mabuk sama judi. Judi itu bener-bener udah parah. Kalau sekarang udah nggak, alhamdulillah. Karena sejarah nggak ada yang namanya orang judi jadi kaya itu nggak ada," ungkap Bagas.

Namun, ia segera sadar akan kesalahan yang telah ia perbuat. Hingga akhirnya ia bangkit dan memulai profesi baru sebagai petani sayuran. Berikut tips Bagas jadi petani sayuran sukses di Kota Tangerang.

Jujur dalam Segala Hal

Bagas selalu terngiang nasihat sang ibu untuk selalu berlaku jujur. Dari situ ia terapkan ke seluruh aspek dalam kehidupannya, termasuk saat ia mulai berhenti berjudi. Terlebih saat ini ia merupakan seorang petani sekaligus pedagang, menurutnya kejujuran adalah kunci dari sebuah kesuksesan.

"Kita nggak terbiasa (licik), karena walaupun kita orang susah, saya diajarkan sama ibu saya itu ya selalu jujur. Kalau jujur itu bakalnya mujur, tapi kalau nggak jujur bakalnya hancur. Itu kata-kata ibu masih terngiang di saya," ungkapnya.

Jaga Kualitas Produk

Menurut Bagas, kualitas produk juga penting dalam sebuah usaha. Jika dalam peribahasa Jawa disebut 'rupa nggawa rega' yang artinya kualitas akan menentukan harga. Sehingga jika kualitasnya baik makan harga tinggi juga akan mengikuti. Ia juga mengklasifikasikan produk pertanian yang ia hasilkan berdasarkan kualitas atau hasilnya.

Tingkatkan Skill dan Kemampuan

Bagas berpendapat bahwa kesuksesan yang ia raih bukan semata-mata karena pendidikan formal yang tinggi, tapi dengan skill dan kemampuannya mengelola usaha yang ia lakoni hingga sukses seperti sekarang. Ia juga berencana untuk mengembangkan budidaya holtikultura ini ke daerah lain untuk menciptakan market baru di luar Jabodetabek.

Masih banyak hal menarik yang diungkapkan Bagas si petani asal Kota Tangerang ini. Cerita lengkap Bagas bisa Anda tonton dalam acara Blusukan Butet Kartaredjasa: Petani Kota di Mola TV.

Semua itu bisa dilihat melalui paket Corona Care Mola TV. Dalam program ini, Mola TV mengajak masyarakat untuk turut peduli melalui Corona Care, sebuah program yang bertujuan untuk membantu pemerintah melawan wabah virus COVID-19 di Indonesia.

Program ini dapat disaksikan juga dengan memberikan sumbangan yang beragam mulai dari Rp 0 (melalui donasi doa) hingga Rp 5 juta. Nantinya untuk setiap sumbangan yang diterima, akan digandakan oleh Mola TV lalu disalurkan kepada BNPB dan PMI untuk membantu perjuangan melawan Corona.

(akn/ega)