Banyak Pengemis di Trotoar, Dinsos Jakpus: Jangan Beri Sedekah di Jalanan!

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 26 Apr 2020 08:02 WIB
Jelang bulan Ramdhan, Penyandang Masyarakat Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang biasa disebut Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) mulai menyerang Kota Bekasi. Seperti terlihat di Pasar Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (08/06/2015), gepeng musiman mulai membanjiri dari titik jalan lampu merah hingga pusat keramaian. Rengga Sancaya/detikcom.
ilustrasi (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 57 pengemis yang ditemukan tertidur di trotoar di Tanah Abang diamankan ke GOR Karet Tengsin. Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) mengimbau warga tak memberikan sedekah di jalan agar pengemis tak menjamur.

"Tolong jangan memberi (sedekah) di jalan karena akan semakin banyak (pengemis)," ujar Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Ngapuli Perangin-angin, ketika dihubungi detikcom, Sabtu (25/4/2020).

Ngapuli mempersilakan warga yang hendak memberikan sembako ataupun bantuan berupa materi untuk disalurkan ke masjid ataupun yayasan sekitar. Ia khawatir warga yang secara langsung bersedekah di jalanan tidak tepat sasaran.

"Kalau di lingkungan masjid itu pasti ketahuan siapa sih yang terdampak (Corona) betul-betul atau yang kena PHK atau yang tadinya sopir terus nggak bisa sopir lagi, tadinya karyawan terus tutup tokonya, itu lingkungan pasti tahu, lingkungan RT-nya pasti tahu," ucap Ngapuli.

"Karena kalau di jalan kita berikan itu suasananya semakin tidak kondusif dan semakin ramai (pengemis) nanti," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak Kecamatan Tanah Abang mengamankan 57 warga yang sempat tinggal di trotoar ke GOR Karet Tengsin. Mereka diamankan usai Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat melakukan penyisiran di beberapa lokasi. Dua dari 57 pengemis sudah dipulangkan.

Ngapuli menilai para pengemis itu memanfaatkan situasi pandemi Corona dengan meminta belas kasih masyarakat yang melintas. Selain itu, mereka dianggap berpura-pura seolah-olah para pengemis itu korban pandemi Corona.

(isa/jbr)