Round-Up

Kapan Sebenarnya Corona Pertama Kali Masuk RI?

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 26 Apr 2020 07:38 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)

Terkait hal itu, Pandu mengatakan pihaknya melakukan analisis berdasarkan laporan dari pemerintah. Namun, menurutnya pemerintah tidak memanfaatkan data itu dengan baik.

Pandu juga menyentil pernyataan sejumlah pejabat yang terlalu percaya diri mengatakan Indonesia bebas virus Corona. Padahal, sambung dia, kasus Corona sudah dilaporkan sejak Januari dan Februari tapi sikap pemerintah terus membantah.

"Laporannya berdasarkan tes tapi kan pada awal bulan Januari, Februari itu pada Februari itu kasus yang ditemukan itu sudah dites itu masih negatif, itu artinya banyak orang menduga memang kita belum siap melakukan tes itu, reagen-nya belum tersedia atau reagen salah," ujar dia.

Pandu juga mencontohkan kasus positif 1 dan 2 yang awalnya didiagnosis penyakit lain. Menurut dia, tidak ada peringatan dini dari pemerintah untuk menghadapi kemungkinan besar Corona sudah menyebar di Indonesia.

"Nggak ada satu alarm atau peringatan dini dari kementerian kesehatan karena tidak menyadari kemungkinan besar virus itu sudah di Indonesia, penginnya dibantah, penginnya Indonesia bebas Corona. Semangatnya seperti itu, jadi mereka itu denial sejak awal, jangan nyalahin orang lain, mereka itu lalai dan menurut saya itu tidak memanfaatkan data yang sudah ada, denial terus sampai sekarang," beber dia.

Saat ini Kasus Corona terkonfirmasi ada di 34 provinsi. Provinsi Gorontalo menjadi daerah terakhir yang mengkonfirmasi memiliki kasus COVID-19 pada Jumat (10/4).

Hingga 25 April, total kasus positif mencapai angka 8.607 orang. Ada penambahan kasus sebanyak 396 pasien. Sementara pasien sembuh ada 1.042 orang dan pasien meninggal 720 orang.

Pemerintah mengatakan ada sebanyak 280 dari 514 kabupaten/kota yang terdampak Corona. Kasus positif COVID-19 paling banyak masih berasal dari Jakarta yakni 3.684 kasus positif. Dan jumlah pasien terbanyak juga di Jakarta.

Halaman

(jbr/aik)