Round-Up

Kapan Sebenarnya Corona Pertama Kali Masuk RI?

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 26 Apr 2020 07:38 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)

"Ini kita observasi, setiap kasus yang terinfeksi bisa menularkan 2-3 orang lainnya. Itu double time rata-rata 5 hari, dari 10 jadi 20, 40, dan seterusnya. Ini yang menyebabkan pandemi sulit ditekan karena begitu dahsyatnya penularan virus Corona ini," jelasnya.

Di sisi lain, Pandu melihat Pemerintah terlambat mengantisipasi karena ada pejabat yang mengatakan COVID-19 tidak mungkin masuk ke Indonesia. Padahal beberapa wilayah di Indonesia memiliki jalur penerbangan langsung menuju Wuhan yang diduga jadi titik awal kemunculan virus mematikan ini.

Foto: Epidemiolog UI Pandu Riono (Dok web situs FKM UI)

Pandu yakin terdapat kemungkinan masyarakat Indonesia yang telah melakukan perjalan ke Wuhan membawa virus ini ke daerah tempat tinggalnya. Pasalnya, penderita COVID-19 juga ada yang tidak menunjukkan gejala seperti demam ataupun nafas sesak.

"Pada saat Wuhan jadi pandemi, itu menyebar ke Indonesia. Di Asia Tenggara, Indonesia ini paling tinggi karena ada penerbangan langsung ke Wuhan, Medan, Denpasar, Jakarta, dan sebagainya. Jadi tidak mungkin Indonesia lepas dari pandemi ini," katanya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, dr Achmad Yurianto mengatakan dirinya tidak mengetahui atas temuan FKM UI. Yuri menyebut dirinya tidak pernah diberi tahu perihal temuan dari akar FKM UI.

"Sebaiknya menanyakan ke UI, karena saya juga tidak pernah dikasih tahu jika memang mereka menemukannya," kata Yuri, Senin (20/4).

Yuri kemudian menanyakan kenapa FKM UI baru mengungkap temuannya saat ini. Dia menyebut jika temuan itu diyakini benar mengapa tidak diungkap saat itu juga.

"Pertanyaannya kenapa baru bilang sekarang tidak di saat mereka meyakini ada kasus yang masuk ke Indonesia," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3