Hotel Dallah Terbakar Bukan Karena Kelalaian Jamaah Haji
Kamis, 15 Des 2005 09:03 WIB
Madinah - Isu bahwa kebakaran Hotel Dallah terjadi karena jamaah haji Indonesia lalai dalam menggunakan seterika dan pemanas air listrik terbantahkan. Para penghuni kamar 308 dan 309 mengaku tidak menggunakan peralatan elektronik apa pun di hotel itu. Kebakaran di Hotel Dallah terjadi pada Rabu (14/12/2005) sekitar pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Akibat kebakaran itu, 21 kamar di lantai 3 tidak bisa digunakan lagi, karena rusak dan hangus. Kerusakan paling parah terjadi di kamar 308 dan 309. Dua ruangan inilah yang diperkirakan sebagai sumber api. Hotel Dallah merupakan tempat pemondokan jamaah haji Indonesia kloter 10 JKS asal Tasikmalaya dan kloter 07 JKS asal Bengkulu. Tidak ada jamaah haji yang menjadi korban jiwa akibat kebakaran itu. Kebakaran hanya menimbulkan kerusakan gedung dan ludesnya sejumlah barang dan uang para jamaah haji yang menginap di kamar 308 dan 309. Syarifin, Qosim, Ujang, dan Umar Sanusi, empat jamaah haji asal Tasikmalaya, yang menginap di kamar 308 dan 309, mengaku saat kejadian, pihaknya tidak menggunakan peralatan listrik. "Kita belum sempat menggunakan apa-apa di sini. Semua barang kami juga masih di dalam tas," kata Syarifin yang diiyakan oleh ketiga jamaah lainnya itu, saat ditemui di Hotel Sanabel, lantai 12, Rabu (14/12/2005) malam. Menurut Syarifin, sejak kloter mereka datang ke Madinah pada Minggu (11/12/2005) pukul 23.00 WAS, pihaknya belum sempat menggunakan barang-barang elektronik, seperti seterika atau pemanas listrik. "Yang baru kita buka tas berisi makanan dan minuman. Kita membawa makanan dari Tasik banyak, sehingga belum perlu memasak atau jajan," kata Syarifin. Di antara mereka, Syarifin yang sempat diinterogasi polisi Arab Saudi. Syarifin ditanya mengenai dugaan-dugaan itu saat menginap di hotel itu. "Saat ditanya polisi, saya menjelaskan bahwa kami tidak menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan listrik," ujar dia. Qasim juga membantah bahwa ada penghuni yang men-charge HP dan meninggalkannya saat mereka salat subuh ke masjid Nabawi. "Tidak. HP kami di sini tidak bisa dipakai. HP saya malah saya matikan dan saya masukkan ke dalam tas," tutur Qasim. Lantas, apa penyebab kebakaran di hotel Dallah? Hingga kini, polisi Arab Saudi masih menyelidikinya. Sejumlah kabel sempat diamankan polisi saat memeriksa lokasi. Hingga kini, pihak Indonesia juga belum mendapatkan informasi detil tentang penyebab kebakaran dari pemerintah Arab Saudi.
(atq/)











































