MMI: Tidak Pernah Jihad, Kok Mau Luruskan Jihad

MMI: Tidak Pernah Jihad, Kok Mau Luruskan Jihad

- detikNews
Kamis, 15 Des 2005 09:01 WIB
Jakarta - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) meragukan kredibilitas Tim Penanggulangan Teror yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Agama. Tim ini bertugas salah satunya untuk meluruskan makna jihad ke pesantren."Saya justru melihat nama-nama dari mereka tidak pernah berjihad. Kena debu saja tidak pernah, apalagi kena peluru atau berdarah. Kok malah ingin meluruskan makna jihad," kata Ketua Departemen Data dan Informasi MMI Fauzan Al Anshari ketika dihubungi detikcom, Rabu (15/12/2005).Tim Penanggulangan Teror terdiri dari ketua KH Ahmad Bagdja, Atho Mudzhar, Azyumardi Azra, Khalil Ridwan dan Husni Thoyyar. Anggota di antaranya adalah Syafii Ma'arif, Amidhan, Nasaruddin Umar, Komaruddin Hidayat, Rozy Munir dan Mustofa Yakub. Sedangkan dewan pengarah adalah Menteri Agama Maftuh Basyuni, Ketua NU Hasyim Muzadi dan Ketua PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin.Dia menegaskan, seharusnya tim ini diisi oleh orang-orang yang pernah turun ke lapangan untuk berjihad. "Seharusnya orang yang pernah angkat senjata yang luruskan makna jihad, bukan oleh orang-orang yang tidak pernah turun ke lapangan," tandas Fauzan.Meski menilai tim ini tidak mewakili keseluruhan kelompok Islam, untuk ikut serta dalam struktur kepengurusan tim itu, Fauzan menegaskan haram hukumnya apabila meminta. MMI hanya ikut serta dalam kepengurusan tim ini apabila diminta dan itu pun harus seizin Amir MMI.Sementara Ketua Tim Penanggulangan Teror Ma'ruf Amin menegaskan, tidak semestinya orang-orang yang bertugas meluruskan makna jihad diisi oleh mereka yang turun ke lapangan atau angkat senjata. "Belum tentu yang sudah berjihad tahu makna jihad. Apa memang semua yang berjihad tahu makna jihad. Jihad pun tidak mesti hanya perang," jelasnya.Dia menegaskan, definisi jihad telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) berdasarkan rekomendasi dari 200 ulama. "Itulah acuan kita dalam definisi jihad. Bom bunuh diri dan terorisme bukan jihad," tegas Ketua Komisi Fatwa MUI ini.Ma'ruf menjelaskan, tim ini telah memulai kerjanya dengan melakukan sosialisasi ke berbagai pesantren. Tim ini merencanakan akan mengumpulkan para kyai di salah satu pesantren. Menurutnya, sejumlah kalangan pesantren merespon positif kedatangan tim ini."Sosialisasi telah mulai jalan. Pada 17 Desember akan dilakukan di Semarang dan pada 21 Desember di Surabaya," ujarnya. (atq/)


Berita Terkait