Mengungkap Riset yang Diacu Jokowi soal Paparan Matahari Bisa Kalahkan Corona

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 25 Apr 2020 12:03 WIB
Presiden Jokowi bertemu Presiden AS Donald Trump di sela KTT G20 tahun 2017.
Foto ilustrasi: Presiden Jokowi dan Presiden Donald Trump (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Berikut adalah tabel versi terjemahan dari yang dipaparkan Bill Bryan. Skala suhu Fahrenheit diubah ke Celcius agar sesuai dengan kelaziman di Indonesia. Supaya perbandingan lebih jelas, turut disertakan pula prakiraan cuaca BMKG untuk Jakarta Pusat di bawah.

Bill Bryan dari NBACC AS mempresentarsikan riset soal panas sinar matahari vs Corona. (Tangkapan Layar akun YouTube White House)Bill Bryan dari NBACC AS mempresentarsikan riset soal panas sinar matahari vs Corona. (Tangkapan Layar akun YouTube White House)

Peningkatan suhu, kelembapan, dan sinar matahari merusak SARS-CoV-2 di droplet liur pada permukaan dan udara

1.
Kondisi: Permukaan
Suhu: 21-23 derajat Celcius
Kelembapan: 20%
Matahari: tidak
Waktu paruh: 18 jam

2.
Kondisi: Permukaan
Suhu: 21-23 derajat Celcius
Kelembapan: 80%
Matahari: tidak
Waktu paruh: 6 jam

3.
Kondisi: Permukaan
Suhu: 35 derajat Celcius
Kelembapan: 80%
Matahari: tidak
Waktu paruh: 1 jam

4.
Kondisi: Permukaan
Suhu: 21-23 derajat Celcius
Kelembapan: 80%
Matahari: musim panas
Waktu paruh: 2 menit

5.
Kondisi: Aerosol
Suhu: 21-23 derajat Celcius
Kelembapan: 20%
Matahari: tidak
Waktu paruh: 60 menit

6.
Kondisi: Aerosol
Suhu: 21-23 derajat Celcius
Kelembapan: 20%
Matahari: musim panas
Waktu paruh: 1,5 menit

Sebagai perbandingan:
Prediksi BMKG untuk cuaca Jakarta Pusat 25 April 2020, siang hari
Suhu: 25-33 derajat Celcius
Kelembapan: 70-100%
Cuaca: cerah berawan

Halaman

(dnu/fjp)