Round-Up

Buruh Urung Aksi Besar-besaran Usai Jokowi Turun Tangan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Apr 2020 09:09 WIB
Jokowi bertemu Andi Gani dan Said Iqbal
Presiden KSPSI Andi Gani (kiri) dan Presiden KSPI Said Iqbal (kanan) saat bertemu Presiden Jokowi bulan September 2019. Setelah Jokowi turun tangan kali ini, buruh sepakat membatalkan May Day pada 30 April 2020. (Foto: Rusman - Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Aksi buruh atau May Day yang rencananya digelar besar-besaran diurungkan. Keputusan ini tidak lama setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan langsung.

Pada awalnya, serikat buruh seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hingga Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) rencananya menggelar aksi buruh pada 30 April 2020 dengan tuntutan menolak RUU Cipta Kerja. Hingga akhirnya KSPI, KSPSI, dan juga perwakilan dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bertemu Jokowi di Istana dan memberikan masukan soal RUU Cipta Kerja.

"Intinya yang pertama 3 presiden buruh bertemu dengan pak Jokowi memberikan masukan soal omnibus law cluster ketenagakerjaan. Kita ingin serikat buruh bisa dilibatkan secara lebih aktif dalam pembahasan dan Presiden mendengar dengan sangat-sangat baik," ujar Andi Gani saat dihubungi, Rabu (22/4/2020).

Serikat buruh menunggu keputusan Jokowi perihal RUU Cipta Kerja sebelum memutuskan akan/tidaknya demo pada 30 April. Jika demo terlaksana, maka estimasi akan dihadiri 50 ribu buruh.



"Kita menunggu pengumuman Presiden dulu," ujar Andi Gani.

Penjelasan Lengkap Jokowi Tunda Pembahasan RUU Cipta Kerja:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3