Kisah Sukses Mantan Buruh Serabutan yang Kini Dijuluki 'Petani Kota'

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 24 Apr 2020 21:26 WIB
Mola TV
Foto: Mola TV
Jakarta -

Berbicara mengenai mata pencaharian, menjadi seorang petani nampaknya masih sedikit diminati oleh sebagian orang, apalagi menjadi petani di salah satu kota besar. Namun, hal berbeda justru dilakukan oleh Bagas Suratman yang saat ini dijuluki 'Petani Kota'.

Dibandingkan dengan melakukan pekerjaan yang umum dilakukan banyak orang, ia lebih memilih bertani di Kota Tangerang. Sebelum sukses menjadi petani, Bagas bercerita tentang lika-liku hidupnya yang pernah menjejali berbagai jenis pekerjaan.

"Sebenarnya sih pekerjaan apapun udah kita jalani. Ya kayak buruh pabrik cat, kenek metromini, pedagang buah, sampe salesman panci. Apapun pekerjaan sampai kuli bangunan udah kita jalani semua, endingnya kurang bagus," ujarnya.

Tak hanya bekerja serabutan, Bagas juga mengaku bahwa dirinya dulu sempat kecanduan judi dan minuman keras. Namun, berkat seorang temannya, ia menyadari bahwa untuk main judi butuh sebuah taktik yang licik.

"Dulu saya pernah ngalamin mabuk sama judi. Judi tuh bener-bener udah parah, judi kartu. Tapi sekarang udah enggak Alhamdulillah. Karena sejarah nggak ada orang judi itu kaya. saya bisa berhenti total judi itu kenal sama seseorang di kalangan judi juga. Katanya Mas Bagas mau judi apapun kalau nggak licik nggak akan menang," jelasnya.

Dari situlah akhirnya bagas mencoba untuk bertani dengan bermodal lahan 3.000 meter tanah untuk menanam kangkung. Hingga sekarang, ia telah sukses bertani di lahan seluas 12 hektare di Tangerang. Adapun saat ini selain menanam kangkung, bayam, dan ketela, Bagas juga mulai menanam buah-buahan seperti cabai dan melon.

"Kita pulang (kerja) tuh jalan kaki ngeliat pertanian yang di Angkasa Pura banyak lahan-lahan orang pada tani. Kita iseng tuh nanya cara budi daya pasarnya ke mana. Nah, kebetulan keluarga saya tuh pedagang sayuran bayam, kangkung. Wah, kata saya nyambung nih, terus cobalah kita belajar dari situ," katanya.

Selain niat dan ketekunan, Bagas mengaku bahwa kejujuran juga merupakan hal penting dalam melakukan sesuatu. Pasalnya, ibunya selalu mengajarkan untuk selalu jujur dalam melakukan segala hal.

"Biarpun saya orang susah, saya diajarkan sama ibu untuk selalu jujur. Kalau jujur itu bakalan mujur, tapi kalau nggak jujur bakalan hancur. Sekarang gini aja, mendapatkan hasil dengan jerih payah sendiri kalau itu halal insyaallah kan berkah," imbuhnya.

Selain di Tangerang, Bagas berencana mengembangkan bisnis pertaniannya di kota-kota besar lainnya. Penasaran dengan cerita inspiratif sang Petani Kota ini? Semuanya bisa Anda saksikan dalam acara Blusukan Butet Kartaredjasa: Petani Kota di Mola TV.

Semua itu bisa dilihat melalui paket Corona Care Mola TV. Dalam program ini, Mola TV mengajak masyarakat untuk turut peduli melalui Corona Care, sebuah program yang bertujuan untuk membantu pemerintah melawan wabah virus COVID-19 di Indonesia.

Program ini dapat disaksikan juga dengan memberikan sumbangan yang beragam mulai dari Rp 0 hingga Rp 5 juta. Nantinya setiap sumbangan tersebut akan digandakan Mola TV dan disalurkan kepada BNPB dan PMI untuk membantu perjuangan melawan wabah virus COVID-19.

(akn/ega)