Jokowi Tunda Pembahasan RUU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan, KSPI Batalkan Demo 30 April

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 24 Apr 2020 17:21 WIB
Massa buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) gelar aksi demo di kawasan DPR. Aksi itu dilakukan bertepatan dengan Sidang Tahunan MPR 2019.
Ilustrasi aksi buruh (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah dan DPR telah sepakat menunda pembahasan RUU Cipta Kerja (Ciptaker). Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pun membatalkan aksi unjuk rasa pada 30 April 2020.

"Dengan demikian, serikat buruh dengan ini menyatakan batal atau tidak jadi aksi pada 30 April di Kemenko Perekonomian," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan tertulis pada Jumat (24/4/2020).

Menurut Said, Presiden Jokowi setuju membahas ulang klaster ketenagakerjaan dengan melibatkan serikat buruh. Pembahasan ulang tersebut akan dilakukan setelah pandemi COVID-19 berlalu.

"Hal ini tecermin dari pernyataan Presiden yang menyatakan akan mendengarkan pandangan semua pemangku kepentingan," ujar Said.

"Harus ada pembahasan ulang draf RUU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pembahasan tersebut dilakukan setelah pandemi Corona selesai," lanjutnya.

KSPI bersama Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) pun mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi tersebut. Menurutnya, keputusan ini adalah momentum bagi kaum butuh untuk menjaga persatuan bangsa dalam melawan wabah COVID-19.

"Keputusan Presiden Jokowi inilah momentum bagi kita semua, termasuk kaum buruh, untuk menjaga persatuan Indonesia dalam melawan COVID-19 dan mengatur strategi bersama mencegah darurat PHK pascapandemi Corona," kata Said.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2