One Day One Hadits

Niat Puasa, Hukum dan Kapan Harus Dibaca

Tim Hikmah detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Apr 2020 04:53 WIB
one day one hadits niat puasa
hadits hadits tentang Niat puasa (Foto: Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza'iri dalam Kitab Minhajul Muslim menuliskan bahwa, membaca niat adalah salah satu dari tiga rukun puasa. Menurut Syaikh, membaca niat puasa merupakan wujud kemantapan hati untuk berpuasa sebagai wujud ketaatan atas perintah Allah SWT dan upaya mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalam hadits Riwayat at-Tirmidzi nomor 730, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa tidak meniatkan puasa sejak malam harinya, maka tidak ada puasa baginya."

Hadits serupa juga diriwayatkan an-Nasa'I nomorrr 2334. Di dalam hadits riwayat al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya seluruh amal perbuatan itu bergantung pada niatnya."

Aisyah Radhiyallahu 'anha seperti diriwayatkan dalam hadits riwayat Imam Muslim mengatakan:

"Pada suatu hari, Rasulullah SAW masuk ke dalam rumahku, kemudian bertanya, 'apakah kalian mempunyai makanan?' Kami menjawab, 'Tidak.' Lalu Rasulullah SAW bersabda, '(Jika demikian), maka aku berpuasa'.

Kapan Membaca Niat Puasa?

Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza'iri mengatakan bahwa untuk puasa wajib maka niat puasa dibaca pada malam hari. "Jika puasa yang akan dilaksanakannya adalah puasa wajib, maka niatnya wajib dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar." Tulis pengajar tetap di Masjid Nabawi Madinah itu.

Niat puasa boleh dibaca setelah fajar atau terbitnya matahari jika itu ibadah sunah. "Syaratnya ia belum makan apa pun," kata Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza'iri.

(erd/erd)