Masih Ada Penambang Ilegal di Bukit Soeharto, Petugas Intensifkan Patroli

Suriyatman - detikNews
Jumat, 24 Apr 2020 13:14 WIB
Petugas patroli UPTD Tahura Bukit Soeharto.
Petugas patroli UPTD Tahura Bukit Soeharto. (Foto: Suriyatman/detikcom)
Kukar -

Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kalimantan Timur (Kaltim), menemukan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal. Kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto, Rusmadi memastikan akan mengintensifkan kegiatan patroli.

"Lokasi itu sudah masuk sabuk hijau Bendungan Samboja. Bahkan, di sana juga ditemukan bekas pembakaran alat berat serta satu unit ekskavator warna kuning di parkir dekat perumahan warga. Infonya, alat itu digunakan untuk menambang di sabuk hijau bendungan itu," kata Rusmadi kepada wartawan di kantornya, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Jumat (24/4/2020).

Rusmadi mengaku sudah berulang kali melakukan penindakan terhadap para penambang ilegal itu. Namun, menurutnya, tidak berhasil membuat para penambang ilegal itu jera.

"Kami sudah berulang kali melakukan penindakan bersama instansi terkait, namun tidak membuat para pelaku jera dan menghentikan kegiatan. Mereka bahkan semakin nekat dan melakukan penambangan berpindah-pindah mencari lokasi untuk dikeruk dan mencuri hasil bumi di dalam kawasan lindung yang masuk dalam status hutan konservasi," papar Rusmadi.

Alhasil, petugas UPTD menggunakan cara lain demi menghentikan aktivitas tambang ilegal tersebut. Caranya dengan mengambil komponen-komponen penting yang ada di alat berat yang ditemukan, sehingga tidak bisa difungsikan.

"Kita coba gandeng siapa saja. Biar ada solusinya. Sejauh ini penindakan kami hanya mengambil spare part penting pada alat berat penambang itu. Karena kalau dibawa, mau ditaruh di mana," sebut Rusmadi.

Dia menegaskan bahwa kelestarian Bukit Soeharto harus tetap dijaga. Karena itu, UPTD Tahura Bukit Soeharto menegaskan tidak akan mengendurkan kegiatan patroli.

"Tahura harus tetap dijaga, jangan sampai penambang ilegal leluasa merusak alam di hutan lindung di Kaltim ini," tutupnya.

(zak/zak)