Kerusuhan di Sydney Tidak Meminta Korban Warga RI

Kerusuhan di Sydney Tidak Meminta Korban Warga RI

- detikNews
Kamis, 15 Des 2005 07:00 WIB
Jakarta - Meski kerusuhan rasial telah lima hari melanda Sydney, Australia, hingga kini belum ada laporan jatuhnya korban warga negara Indonesia (WNI) dalam kerusuhan tersebut. Meski begitu WNI mesti was-was, apalagi ada sekitar 25 ribu warga RI yang tinggal di kota itu."Hingga sore tadi, kami belum menerima laporan soal adanya jatuh korban terhadap warga Indonesia," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Yuri Thamrin ketika dihubungi detikcom, Rabu (14/12/2005). Pihak Deplu, lanjut Yuri, telah menghimbau bagi WNI agar menghindari lokasi yang bergejolak. Meski tidak membuat larangan bepergian pada malam hari, Deplu membuat edaran bagi WNI agar berhati-hati.Kerusuhan berbau rasis pecah di Sydney pada Minggu (11/12/2005). Sedikitnya 31 orang cedera, termasuk polisi dan petugas paramedis dalam kerusuhan di Cronulla Beach, Maroubra Beach, dan Botany Bay, di pinggiran Sydney.Lebih dari 5.000 pemuda Australia menyerang orang bertampang Arab di Pantai Cronulla. Kelompok Timur Tengah kemudian membalas dengan melukai seorang pemuda dan merusak 40-an mobil. Kondisi semakin memanas setelah aula sebuah gereja terbakar di kawasan Auburn. Empat orang pria terlihat berada dekat aula gereja yang berdampingan dengan pusat dakwah Islam itu sebelum api berkobar.Sejumlah ulama Arab dan pemimpin Muslim Australia mengatakan kejadian seperti ini telah diduga sejak lama ketika Muslim menjadi target rasial terkait dengan perang Irak dan ledakan bom di Bali, Indonesia yang menewaskan puluhan warga Australia, enam di antaranya warga Cronulla. (atq/)


Berita Terkait