Round-Up

Rapid Test untuk Napi Lapas Sorong agar Tak Ricuh Lagi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 22:31 WIB
TNI-Polri mencegah kerusuhan napi di Sorong Papua Barat.
TNI-Polri mencegah kericuhan di Lapas Sorong, Papua Barat (Ernes Broning Kakisina/Antara)
Jakarta -

Para narapidana (napi) di Lapas Sorong membuat kericuhan di tengah wabah virus Corona. Para napi membuat ricuh karena takut terkena virus Corona. Sejumlah pemimpin daerah Sorong telah berkomunikasi agar para napi menjalani rapid test Corona sehingga kekhawatiran mereka hilang.

Kericuhan itu terjadi pada Rabu (22/4/) malam. Narapidana tersebut membakar kasur dan berusaha menjebol tembok guna membebaskan diri. Namun aksi tersebut berhasil digagalkan aparat TNI dan Polri.

Kepala Lapas Sorong Nunus Ananto mengatakan kerusuhan di dalam lapas itu dilakukan oleh 335 warga binaan. Mereka, kata Nunus, melakukan kerusuhan tersebut agar dibebaskan.

"Mereka minta dibebaskan dengan alasan kemanusiaan ingin merasakan hidup bebas seperti warga lainnya dan khawatir dengan wabah ini," kata Nunus, Kamis (23/4/2020).

Nunus menyebut situasi terkini sudah aman. Petugas lapas, kata dia, melakukan pendekatan persuasif dengan para narapidana tersebut agar mau kembali ke kamar masing-masing.

Sebanyak 400 anggota TNI-Polri menjaga Lapas Sorong setelah terjadi kericuhan karena narapidana minta dibebaskan. Saat ini situasi di Lapas Sorong sudah kondusif.

"(Ada) 400 TNI-Polri berjaga. Dari polres ada 250-an, dari TNI ada 150-an. Gabungan total hampir 400-an," kata Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan saat dimintai konfirmasi, Kamis (23/4).

Selanjutnya
Halaman
1 2