Kepala PPIH Kunjungi Jamaah Haji Korban Kebakaran
Rabu, 14 Des 2005 22:13 WIB
Madinah - Kepala Pelaksana Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang juga Staf Teknis Urusan Haji (TUH) Nur Samad Kamba meninjau lokasi kebakaran di Hotel Dallah, Madinah. Nur Samad juga mengunjungi para korban kebakaran dan memberikan santunan. Akibat kebakaran di Hotel Dallah, ada 9 jamaah haji dari Tasikmalaya yang kehilangan barang-barang bawaannya, termasuk uang. Mereka antara lain Syarifin, Qasim, Ujang, Hadli, Umar Sanusi bersama istri, dan Dodi bersama istri. Barang-barang mereka ludes dilalap si jago merah di kamar 308 dan 309.Kini, mereka diinapkan di Hotel Sanabel, sekitar 100 meter dari Masjid Nabawi. Total ada 99 jamaah haji Tasikmalaya yang dipindahkan ke Hotel Sanabel. Mereka adalah para jamaah haji yang sebelumnya menginap di lantai 3 hotel Dallah, yang kini mengalami kerusakan. Namun, selain ke-9 jamaah di atas, para jamaah lain tidak kehilangan barang-barangnya.Nur Samad telah mengunjungi perwakilan dari ke-9 jamaah haji yang menjadi korban kebakaran di lantai 12 Hotel Sanabel sekitar pukul 16.30 Waktu Arab Saudi, Rabu (14/12/2005). Dalam kunjungan ini, Nur Samad didampingi Kepala Daker Madinah Ahmad Kartono, Wakadaker Hubungan Instansi dan Protokol Mashuri Ilam dan Wakadaker bidang penyelesaian kasus Riduan Syahrani. Pada kesempatan itu, Nur Samad menyerahkan bantuan sejumlah pakaian kepada mereka. Pakaian-pakaian ini sangat diperlukan para korban. Sebab, sebagian besar di antara mereka hanya memiliki satu pakaian yang kini melekat di badan mereka. Dalam kunjungan itu, Samad meminta kepada para korban untuk bersabar. "Mari kita bersabar dan saling memahami. Saya sangat bersyukur, bahwa kita semua selamat," ungkap Samad. Samad juga meminta para korban untuk menyampaikan jenis barang-barang mereka yang hilang berikut jumlah uang yang raib kepada petugas haji. "Tolong catat semua. Nanti semua itu akan diselesaikan oleh pihak hotel. Sekarang, kita hanya bisa membantu untuk kepentingan pokoknya dulu," ujar Samad sambil menyerahkan sejumlah potong pakaian kepada mereka. Sementara itu, Syarifin, Ujang, Qosim, dan Hadli mengaku selain kehilangan barang-barang, juga kehilangan uang. Jumlahnya beragam. Rincian uang mereka yang hilang sudah dicatat petugas haji untuk kemudian diselesaikan dengan pihak hotel.
(atq/)











































