Kabur Ketika Jumpa Cak Anam, Niat Islah Cak Imin Dipertanyakan

Kabur Ketika Jumpa Cak Anam, Niat Islah Cak Imin Dipertanyakan

- detikNews
Rabu, 14 Des 2005 21:16 WIB
Jakarta - Sekjen DPP PKB versi Muktamar Surabaya Idham Cholid menyayangkan sikap Ketua Umum DPP PKB Semarang Muhaimin Iskandar, yang kabur ketika ingin dipertemukan dalam acara dialog tentang PKB yang diadakan oleh sebuah lembaga riset. "Sungguh disayangkan Muhaimin tidak memiliki kemauan untuk terbuka. Padahal dia sering bicara tentang kebersamaan," kata Idham Cholid kepada wartawan di Kantor DPP PKB versi Muktamar Surabaya, Jl Kramat VI Jakarta, Rabu (14/12/2005). Namun, Idham enggan mengomentari lebih lanjut perihal kaburnya Muhaimin dari acara dialog yang diadakan oleh Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) itu. "Biar publik yang menilai. Yang jelas islah itu sesuai keinginan kiai adalahmemperbaiki sistem partai," jelasnya. Idham bahkan terlihat sangat kesal dengan perilaku Muhaimin Iskandar itu yang dinilainya telah mengabaikan prinsip-prinsip kebersamaan. "Kalau Muhaimin bicara tentang kebersamaan itu omong kosong belaka," tegasnya. Ketika ditanyakan rencana islah dengan kubu Muhaimin cs, Idham mengaku pihaknya sudah dari awal melakukan cara-cara menuju perdamaian itu. "Waktu Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf mau dipecat, kiai datang ke Gus Dur untuk sowan. Tapi mereka tetap memecat Alwi dan Syaifullah, bahkan mengajukan mereka ke pengadilan," tuturnya. Peristiwa kaburnya Muhaimin Iskandar berawal dari sebuah acara yang diadakan oleh SSS yang mengambil tema tentang konflik PKB. Ketika itu SSS mengundang pembicara Muhaimin, Shoirul Anam dan Arbi Sanit. Namun ketika acara ingin dimulai, tiba-tiba Muhaimin pergi tanpa pamit ke Anam dan Arbi karena mengaku belum siap dipertemukan dengan Choirul Anam dan sambil menunggu waktu islah yang katanya tinggal sebulan lagi. (atq/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini