Sosok Ravio Patra, Aktivis yang Ditangkap Setelah WhatsApp Diretas

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 16:42 WIB
Ravio Patra
Foto: Facebook/Sosok Ravio Patra, Aktivis yang Ditangkap Setelah WhatsApp Diretas
Jakarta -

Aktivis Ravio Patra ditangkap polisi. Ravio ditangkap diduga karena tuduhan provokasi kerusuhan dan setelah WhatsApp diretas.

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) memberi pendampingan hukum kepada Ravio. Ketua YLBHI Asfinawati menyebut, penangkapan itu karena ada dugaan handphone milik Ravio diretas.

Siapa sebenarnya Ravio Patra? Berikut Sosok Ravio Patra dilansir dari akun Facebook, Linkedin, dan sumber lainnya:

1. Menimba Ilmu


Ravio berasal dari Sumatera Barat. Dia menimba ilmu di Hubungan Internasional Universitas Padjajaran.

2. Kepala Program WFD

Pria berkacamata ini dikenal sebagai aktivitas. Di Linkedin, dia menulis profesinya sebagai Program Officer Westminster Foundation for Democracy (WFD).

WFD mengimplementasikan program Politik Inklusif dan Akuntabel (IAP) melalui proyek pengawasan legislatif yang didukung oleh Kedutaan Besar Inggris dan Kanada. Program ini bertujuan untuk memperkuat fungsi pengawasan DPR dan mempromosikan proses parlemen yang transparan dan akuntabel. Pekerjaan WFD di Indonesia juga fokus pada peraturan dan regulasi lokal yang mendiskriminasi perempuan, penyandang cacat, dan minoritas sosial dan agama.

3. Konsultan di Kemdikbud

Ravio pernah menjadi seorang konsultan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Dia bekerja selama 1 tahun 7 bulan sebagai public relation dan media.

4. Pernah Ngetweet soal mantan stafsus Presiden Jokowi, Adamas Belva

Dia mencuit tentang program prakerja banyak kejanggalan dan menyebut adanya konflik kepentingan dengan adanya Adamas sebagai CEO Ruangguru dan Stafsus Presiden. Namun kini Adamas sudah berhenti dari jabatan stafsus Presiden Jokowi.

5. Ditangkap Polda Metro

Ravio Patra ditangkap Polda Metro Jaya pada Selasa (23/4/2020). Dia ditangkap setelah akun whatsApp dia diretas. Kini Whatsapp milik Ravio berhasil dipulihkan. Selama WhatsApp Ravio diretas, pelaku menyebarkan pesan bernada provokasi.

Kemudian Ravio ditangkap di ditangkap di Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat oleh polisi. Polda Metro Jaya membenarkan soal penangkapan Ravio. Saat ini Ravio masih diperiksa atas dugaan perbuatan onar dan juga penghasutan untuk melakukan kekerasan.

Penangkapan Ravio Patra itu berawal dari beredar di WhatsApp dan media sosial tentang kejadian yang melibatkan aktivis pegiat advokasi dan pengamat kebijakan publik Ravio Patra. Pesan itu ditulis oleh Damar Juniarto, Direktur Eksekutif SAFENET.

"ALERTA! Penangkapan Ravio Patra," begitu bunyi pesan itu. Intinya aktivis Ravio ditangkap polisi pada 22 April 2020 atas dugaan menyebarkan provokasi penjarahan nasional serentak pada 30 April 2020.

(nwy/erd)