Ketua MPR Bagikan Bantuan ke 360 Guru Ngaji Terdampak Corona di DKI

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 12:52 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan bantuan sosial kepada 360 guru ngaji, baik ustaz maupun ustazah, di wilayah DKI Jakarta. Selain karena para guru ngaji juga terkena dampak pandemi COVID-19, pemberian bantuan juga dalam rangka berbagi kasih menyambut bulan suci Ramadan 1441 H yang tinggal beberapa hari lagi.

"Para guru ngaji adalah pahlawan yang bukan hanya menyelamatkan kehidupan dunia kita, melainkan juga kehidupan di akhirat kelak. Berkat merekalah, kita bisa mengenal hijaiyah, membaca iqro, hingga fasih membaca dan mengamalkan isi Al Quran. Walau terkadang mendapat imbalan yang tak seberapa, namun mereka tetap ikhlas mengajar anak didiknya," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2020).

Adapun penyerahan bantuan dilaksanakan di Kelurahan Batu Ampar Condet, Kramat Jati Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020) kemarin. Dalam kegiatan ini, turut hadir Ketua Umum dan Sekjen Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas Dwi Aroem Hadiatie dan Ratu Dian serta Ketua Daiyah Muslimat Nahdlatul Ulama Ustadzah Maryam Masyud.

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan terkadang sebagian dari kita justru seringkali melupakan jasa orang yang ikhlas, seperti para guru ngaji. Oleh karena itu, bantuan tersebut diharapkan membantu mereka tersenyum menjalani Ramadan di tengah pandemi COVID-19.

"Memuliakan para guru ngaji adalah bagian dari memuliakan ilmu pengetahuan. Ilmu lah yang membuat seorang anak manusia tak tersesat. Ilmu menjadi pegangan hidup di dunia maupun di akhirat. Jangan pernah sekalipun melupakan apalagi menyepelekan jasa para guru ngaji," katanya.

Bamsoet menilai Ramadan kali ini menjadi ujian bagi umat islam lantaran adanya pandemi COVID-19 yang membuat berbagai aktivitas keagamaan tertahan. Hal ini dirasakan bukan hanya umat muslim di Indonesia, melainkan juga di dunia.

"Kejadian ini sekaligus menjadi renungan bersama bagi kita. Apakah keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT masih kuat, walaupun tak bisa beribadah ke masjid atau musala. Begitupun dengan semangat bersedekah, apakah kita masih tetap bisa memperhatikan lingkungan sekitar atau justru karena COVID-19 kita malah jadi lebih egois menimbun bahan makanan untuk diri sendiri," pungkasnya

(akn/ega)