Seminggu Jadi Menteri, Bobot Paskah Suzetta Turun 3 Kg
Rabu, 14 Des 2005 17:43 WIB
Jakarta - Anda ingin menurunkan berat badan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya? Mungkin tidak ada salahnya meniru metode yang tidak sengaja ditempuh oleh Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta. Hanya dalam waktu satu pekan, berat badannya turun tiga kilogram. Kiatnya sederhana saja kok. Tidak perlu diet ketat atau olah raga mati-matian. Cukup menjadi anggota Kabinet Indonesia Bersatu. "Seminggu jadi menteri, berat badan saya langsung turun tiga kilo," ungkap Paskah pada wartawan usai diterima Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2005). Paskah dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada 7 Desember 2005. Sri sendiri kini menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar yang akan segera bertugas sebagai duta besar. Sejak peristiwa bersejarah sepekan lalu itu, hingga hari ini Paskah mengaku telah kehilangan berat badan sekitar tiga kilogram. Sisi positifnya, tubuhnya jadi lebih langsing. Tapi negatifnya, wajahnya terlihat agak pucat dibanding saat ia masih berkantor di Gedung DPR-RI sebagai Ketua Komisi XI DPR-RI. Rupanya, selama sepekan terakhir mantan bendahara Partai Golkar ini bekerja spartan di kantor barunya di Jl. Diponegoro, Jakarta. Setumpuk pekerjaan rumah 'warisan' pendahulunya tentang rancangan pembangunan nasional, harus diselesaikannya sebelum malam Tahun Baru. Inilah biang susutnya berat badan dan wajah pucat. "Dalam seminggu, saya sudah selesaikan buku pegangan bagi seluruh menteri dan gubernur laksanakan APBN 2006, panduan reformasi birokrasi untuk pengadaan barang dan jasa yang sekaligus merevisi Keppres No.83/2003 dan laporan kemajuan rekonstruksi dan rehabilitasi Nias dan NAD," urainya. Paskah memprediksi, sepanjang 2006 nanti 'rutinitas' serupa akan terus berlangsung. Pasalnya sangat banyak program kerja yang menjadi tanggung jawabnya yang harus ia selesaikan. "Tadi saya juga mohon pada Wapres, tahun depan jangan dulu tugaskan saya ke luar negeri," tambahnya. Menyusun mekanisme pengajuan pemerintah mengajukan utang luar negeri dan merestrukturisasi komitmen utang luar negeri yang belum terlaksana. Sementara untuk pekan depan, menangani penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II. Sejumlah prosedur telah diubah, agar pelaksaannya lebih baik dari pada tahap I. "Kita sudah putuskan harus mulai tersalur pada Januari 2006. Jika ditunda, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah di masyarakat," papar Paskah. Ehmm... omong-omong Anda masih berminat meniru cara Paskah menurunkan berat badan?
(nrl/)











































