Kaltim Belum Terima Alat Tes Corona, Dinkes Samarinda Andalkan Rapid Test

Yovanda - detikNews
Rabu, 22 Apr 2020 20:37 WIB
Petugas ber-APD melakukan uji PCR Corona di lab UGM
Ilustrasi - Petugas ber-APD melakukan uji PCR Corona di lab UGM (dok. Humas UGM)
Samarinda -

Dinas Kesehatan Kota Samarinda mengandalkan rapid test untuk mendeteksi seseorang terinfeksi virus Corona (COVID-19). Sebab, saat ini Kalimantan Timur (Kaltim) belum menerima alat tes virus Corona dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan reagen atau reaktan.

Plt Kepala Dinkes Samarinda, dr Ismed Kusasih, mengatakan petugas medis saat ini masih hanya mengandalkan rapid test. Jika ada yang terdeteksi positif, spesimen akan dikirim ke Surabaya untuk pemeriksaan akurat.

"Tanpa alat itu, sekarang kita menggunakan rapid kan. Tetapi ini tidak untuk memastikan seseorang terkonfirmasi positif, tetap penting untuk melakukan screening," kata Ismet, Rabu (22/4/2020).

Kaltim jadi salah satu daerah yang mendapatkan tes PCR untuk pengujian virus Corona bersama 11 daerah lainnya. Di Kota Samarinda, ada dua rumah sakit pemerintah yang memiliki PCR. Namun PCR itu bukan untuk COVID-19. Rencananya, PCR yang ada akan dimodifikasi, sehingga merespons Covid19.

"Kalau reagen memang belum ada, karena PCR yang ada sekarang di RS AWS dan RS IA Moeis bukan untuk COVID, tetapi mau dimodifikasi bisa untuk COVID-19," ujarnya.

Ismed menegaskan, kewenangan untuk membeli alat dengan metode PCR atau reagen berada ditangan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. PCR yang dimaksud adalah alat mendeteksi secara biomolekuler yang menjadi standar WHO untuk menyatakan seseorang itu terkonfirmasi terjangkit COVID-19 atau tidak.

"Pembelian PCR, adalah kewenangan Dinas Kesehatan Provinsi. Ini yang membuat WHO tidak melihat situasi lapangan masing-masing. biar bagaimanapun rapid test banyak membantu kita utk screening lapangan," katanya.

Saat ini, Petugas Medis COVID-19 di Samarinda sangat membutuhkan alat rapid test yang banyak. Meski tingkat sensitivitasnya rendah, namun dapat berfungsi baik.

"Rapid test saat ini sangat berfungsi, secara psikologis menenangkan petugas medis dan masyarakat meskipun tingkat sensitivitasnya rendah," pungkasnya.

(jbr/jbr)