Kunjungi PT DI, Habibie Akan Bantu Carikan Modal

Kunjungi PT DI, Habibie Akan Bantu Carikan Modal

- detikNews
Rabu, 14 Des 2005 16:43 WIB
Bandung - Mantan Presiden BJ Habibie berencana kembali ke PT Dirgantara Indonesia. Namun belum dipastikan kapan kepastiannya BJ Habibie aktif terlibat dalam mengarahkan perusahaan ini. "Obrolan dengan saya, Pak Habibie ingin membuka jaringan baru dan mencari modal. Ia punya ikatan emosional yang kuat dengan PT DI ini. Saya senang saja ia bersedia membantu kembali. Dan itu sah-sah saja," ungkap Direktur Operasi dan Produksi, Budi Wuraskito saat ditemui seusai upacara penerimaan sertifikat ISO 9100 dari perusahaan Jerman kepada PT DI di Gedung PT DI, Jalan Nurtanio, Bandung, Rabu (14/12/2005). Menurutnya, ketertarikan BJ Habibie untuk kembali mengurusi PT DI antara lain disebabkan beberapa hal. Diantaranya, BJ Habibie merasa sedih dengan kondisi pengembangan masalah engenering pesawat terbang di PT DI saat ini. Pada masanya, masalah pengembangan teknologi engenering ini menjadi salahsatu primadona PT DI di mata dunia kedirgantaraan internasional. BJ Habibie mengunjungi PT DI pada Jum'at (9/12/2005) lalu. Dalam kunjungan tersebut, Habibie menyempatkan diri untuk melihat langsung kondisi PT DI. Menurutnya, BJ Habibie sempat merasa sedih dengan kondisi keadaan PT DI. Salahsatunya, adalah mengenai rendahnya fasilitas pengembangan teknologi di bidang engenering pesawat terbang tersebut. "Dia berharap agar PT DI mampu membangun pesawat jenis komuter. Ia bercerita sejarah PT DI dan kepemimpinan," ungkapnya. Saat ini, menurutnya kondisi manajemen PT DI mengalami kemajuan. Salahsatunya dengan mendapatkan sertifikat AS 9100 ini. Dengan sertifikat tersebut, menurutnya PT DI sudah disetarakan dengan industri pesawat terbang dunia. Seperti industri pesawat terbang Boeing dan Airbus. Sertifikat ini juga merupakan salahsatu jaminan bahwa produk PTDI di bidang komponen dan pesawat terbang sudah diakui dalam standar kedirgantaraan internasional. Dalam waktu dekat ini PT DI juga berencana menjual salahsatu anak perusahaannya, PT Nusantara Turbin dan Propulsi atau PT NTP. PT NTP direncanakan akan dijual senilai USD 45 Juta. Selain itu, PT DI juga akan menjual pesawat-pesawat dengan kondisi setengah jadi. Dengan penjualan ini, menurutnya, diharapkan kondisi modal PT DI akan semakin bertambah. Pada tahun 2006 PT DI juga mendapatkan kontrak senilai USD 30 Juta dari Departemen Pertahanan Indonesia. Dephan telah memesan beberapa pesawat helikopter, Pesawat Terbang Cessna 212, dan simulator untuk Helikopter Super Puma. (jon/)


Berita Terkait