216 WNI Jemaah Tablig di India Kena Kasus Hukum, 86 Jadi Tahanan Yudisial

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 22 Apr 2020 17:04 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi virus Corona. (Edi Wahyono/detikcom).
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan 216 jemaah tablig asal Indonesia terkena kasus hukum di India. Kemlu menyebut sebanyak 86 di antaranya telah mendapat status judicial custody (tahanan yudisial) dari pemerintah setempat.

"Jadi sebagaimana kami sampaikan dari 717 jamaah tablig kita yang di India terdapat saat ini 216 jemaat tablig yang mendapatkan first information report dari otoritas pemeintah setempat. Itu adalah laporan kepada pengadilan, di mana 89 di antaranya dalam status judicial custody," ujar Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu dalam telekonferensi, Rabu (22/4/2020).

Menurut Judha, jemaah tablig tersebut mendapat beberapa tuduhan seperti kelalaian sehingga menyebarkan penyakit hingga tidak mematuhi peraturan pemerintah setempat. Namun pihak KBRI, kata Judha, telah mengajukan permohonan agar hak-hak WNI tersebut dapat terpenuhi.

"Sampe saat ini pihak KBRI baik KJRI Mumbai telah ajukan akses kepada pemerintah India dan kita juga telah meminta kepada pemerintah setempat untuk menjamin hak-hak warga negara kita dalam sistem peradilan pemerintah setempat," ujar Judha.

Judha mengatakan, hingga saat ini tercatat ada total 717 jemaah tablig yang tinggal di India. Menurut Judha, sebagian jemaah tablig menempati lokasi karantina yang disediakan oleh pemerintah India, menyusul pandemi virus Corona (COVID-19).

"Jadi saat ini tercatat ada 717 jamaah tablig Indonesia yang tinggal di India dan saat ini mereka sebagian besar tinggal di lokasi-lokasi karantina yang ditetapkan oleh pemerintah India. Jadi memang pemerintah India telah menetapkan lokasi-lokasi karantina sesuai aturan pemerintah setempat dan oleh karena itu logistik makanan itu dijamin oleh pemerintah India," jelas Judha.

"Tapi tentu dari KBRI, KJRI Mumbai kita pun memberikan bantuan logistik non-makanan seperti alat-alat klinis, masker, hand sanitizer," imbuhnya.