Buku Putih Supersemar Jenderal M Yusuf Hampir Rampung
Rabu, 14 Des 2005 16:15 WIB
Makassar - Ini kabar menarik bagi Anda yang menunggu-nunggu hadirnya buku putih Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) 1966 yang akan dikuak oleh Jenderal M Yusuf (alm). Buku ini ternyata hampir rampung. Bahkan, sejatinya pada Juni 2005 lalu hendak diluncurkan.Informasi ini disampaikan oleh Heri Iskandar, keponakan Jenderal Yusuf yang juga wakil Walikota Makassar ketika dihubungi detikcom via ponselnya, Rabu (14/12/2005). "Sudah pengerjaan isi ya. Sudah hampir selesai. Bahkan sebenarnya sudah mau launching Juni. Tapi tertunda," tutur Heri. Namun, Heri enggan menjelaskan lebih lanjut mengapa peluncuran buku ini tertunda. "Yang lebih banyak tahu Pak Atmadji. Tanya Atmadji deh," ucapnya. Atmadji Sumarkidjo adalah ketua tim editor buku. Hingga kini, Heri pun sudah tak tahu lebih lanjut perkembangan buku ini. Heri juga menuturkan bahwa dirinya kini sudah tidak masuk dalam tim penulis buku ini. "Awalnya memang dimasukkan. Tapi kami pihak keluarga berbincang, dan memutuskan untuk di luar tim untuk menjaga objektivitas buku itu," terangnya.Buku yang akan terbit itu sebenarnya adalah buku biografi M Yusuf. Hanya saja di dalamnya akan menyerempet Supersemar. Maklum, M Yusuf adalah saksi penyerahan Supersemar dari Soekarno ke Soeharto. Bahkan disebut-sebut M Yusuf menyimpan naskah Supersemar di sebuah bank. Heri mengakui dalam buku itu memang ada bab khusus yang membahas tentang kesaksian Jenderal M Yusuf tentang peristiwa Supersemar. "Ada satu bab khusus yang membahas soal itu," kata Heri. Namun Heri tak menjelaskan lebih detil tentang apa apa saja yang diungkap dalam bab itu. "Wah, saya tidak tahu. Tanya Pak Atmadji," elaknya. Buku tentang profil Jenderal M Yusuf ini sangat dinanti-nantikan publik lantaran akan mengurai misteri Supersemar yang menghebohkan itu.
(nrl/)











































