Kisah Sengketa Uang Ceban
Rabu, 14 Des 2005 16:16 WIB
Jakarta - Lembaran uang Rp 10.000 alias ceban menuai perkara yang terus berkelanjutan. Gambar di uang itulah yang membuat banyak pihak bergeliat. Sang pelukis pun menuturkan kisah ihwalnya sengketa itu.Adalah gambar pahlawan nasional dari Sumatera Selatan Sultan Mahmud Badaruddin II yang terpampang gagah di lembar uang berwarna magenta alias merah keunguan itu.Sang pelukis, Eden Arifin, mengaku melukisnya atas permintaan pejabat daerah, bukan untuk dipajang di lembaran uang."Waktu itu diminta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk melukis gambar itu," ujarnya saat ditemui wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No. 3, Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2005).Eden mengaku ingat betul saat pemerintah memintanya untuk melukis pahlawan nasional provinsi ini pada tahun 1982. "Kami waktu itu berlima melukisnya," kenang Eden.Dikisahkan Eden, lukisan itu dilukis tanpa contoh. Jadi murni dari imajinasi dan keterampilan yang dimilikinya. "Butuh 22 hari untuk penyelesaiannya," kata Eden.Kini, lukisan asli karya Eden dan 4 kawannya itu terpampang di papan berbingkai 60x80 cm dan diletakkan di Gedung Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan.Ketika kemudian tercetak di lembaran uang Rp 10.000, Eden mengaku kaget karena tidak pernah ada pemberitahuan dari Bank Indonesia."BI tidak beritahu saya kalau gambar itu akan digunakan, karenanya saya melaporkan BI dan Perum Peruri ke Mabes Polri karena pelanggaran hak cipta," tandasnya.
(wiq/)











































