Suciwati: Ada Deal Politik Soal Pengungkapan Kasus Munir
Rabu, 14 Des 2005 15:39 WIB
Jakarta -
Istri almarhum Munir, Suciwati, merasa geram. Pasalnya pengungkapan kasus terbunuhnya Munir baru sebatas permukaan. Pelaku utama maupun dalang pembunuhan itu belum juga terungkap."Kalau SBY punya komitmen, tunjukkan komitmen itu. Kalau ditolak, dia harus ngomong ke publik bahwa itu ditolak. Tapi ini tidak sama sekali. Karena ini ada deal-deal politik," kata Suciwati di Kantor Kontras, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2005) menanggapi hasil temuan Tim Pencari Fakta (TPF) Munir yang dicuekin SBY.Suciwati mengaku sudah mencoba menghubungi Presiden SBY melalui telepon sebanyak sepuluh kali. Tujuannya tidak lain adalah menanyakan kembali komitmen presiden. Bahkan dirinya juga mempertanyakan sikap Presiden SBY yang belum juga mengumumkan hasil temuan TPF dan rekomendasinya.Dia juga mengatakan, untuk menunjukkan komitmennya, presiden semestinya membuat tim investigasi baru. "Itu yang paling penting," terangnya.Hal yang sama juga disampaikan oleh mantan anggota TPF Asmara Nababan. Dia meminta kepada Presiden SBY untuk menunjukkan komitmennya dalam penuntasan kasus tersebut. Sebab selama ini dalam beberapa pertemuan dengan SBY selalu mengatakan komitmennya, namun sampai sekarang tidak pernah terlihat."Presiden sebenarnya punya otoritas untuk menghentikan atau tidak. Bola sudah ada di tangannya. Apakah bola itu disembunyikan dulu, tapi yang jelas tinggal menyepaknya. Sekarang tinggal terserah kepada presiden bagaimana metodenya," kata Asmara.Sedangkan anggota TPF lainnya, Rachland Nashidik mengatakan, alasan Mabes Polri menghentikan penyidikan kasus Munir karena menunggu vonis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) tidak masuk akal. Karena sebenarnya polisi sejak awal sudah memiliki bukti awal kenapa harus menunggu hasil pengadilan di PN Jakpus.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































