Round-Up

TNI Tindak Biang Kerok, Malah Diviralkan Serang Desa di Karo

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 22 Apr 2020 06:16 WIB
Ilustrasi tawuran
Foto: Ilustrasi keributan. (Edi Wahyono/detikcom).

Pihak TNI juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial. Kapendam I/Bukit Barisan (BB), Kolonel Inf Zeni Junaidi mengatakan tak ada aksi penyerangan oleh prajurit kepada warga.

Menurut Zeni, peristiwa berawal dari laporan satpam SPBU Merek lantaran SPBU itu kerap dijadikan tongkrongan para preman. Satpam tersebut lalu meminta bantuan temannya yang bertugas di Yonif 125/Simbisa Kabanjahe.

"Awal mulanya SPBU itu dijadikan tempat tongkrongan preman kemudian karena preman-preman ini suka dipakai genjrengan, kadang trek-trekan motor di situ, karyawan SPBU merasa terganggu termasuk konsumen kurang nyaman, itu diingatkan oleh satpam SPBU, kejadian tiga hari lalu," jelas Zeni.

"Preman-preman ini nggak terima, akhirnya satpam hubungi kawannya anggota Batalyon 125, anggotanya datangi sendirian semalam klarifikasi malah ribut sama preman-preman di situ," sambungnya.

Karena ada tentara dikeroyok, satpam SPBU Merek kemudian menghubungi lagi temannya di Yonif 125. Oleh karena itu, sejumlah personel Yonif 125 mendatangi SPBU Merek untuk menjemput anggotanya yang dikeroyok.

"Makanya datang ke situ untuk jemput anggotanya, itu karena dikeroyok. Rekaman CCTV di SPBU ada. Jadi itu bukan penyerangan, karena anggota dikeroyok dan dengar preman banyak maka itu bawa truk sama mobil minibus provos," sebut Zeni.

Saat pasukan Yonif 125 datang, para preman di SPBU Merek pun kabur berlarian. Beberapa orang berhasil ditangkap untuk kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian. Zeni menegaskan pihaknya tidak melakukan penyerangan kepada warga.

"Ada warga yang nyaksikan. Kalau ngerasa bersalah dia berusaha lari itu ditangkap tapi ngelawan jadi ada kena pukul. Kalau merasa nggak bersalah, ya nggak lari," tuturnya.

Zeni mengatakan saat ini kondisi di Desa Merek sudah kondusif. Pimpinan satuan di wilayah itu bersama polisi disebut telah mengamankan situasi.

"Yang jelas situasi sudah terkendali. Hari ini Dandim, Danramil termasuk unsur polisi sedang menetralisir. Sudah mulai aman. Sekali lagi jadi bukan menyerang ya. Lagi pandemi (Corona) gini kan kita bantu rakyat kok dibilang nyerang," tegas Zeni.

Halaman

(elz/haf)