Sempat Dikarantina, 10 Tenaga Medis-CS RS Sawahlunto Diizinkan Pulang

Sulthan Jeka Kampai - detikNews
Rabu, 22 Apr 2020 00:06 WIB
Wali Kota Sawahlunto Deri Asta
Wali Kota Sawahlunto Deri Asta/Foto: Sulthan Jeka Kampai
Jakarta -

Tenaga medis hingga cleaning service di RSUD Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), diizinkan pulang ke rumah masing-masing. Mereka usai menjalani masa karantina selama sepekan.

Ada 10 tenaga yang menjalani karantina setelah sempat kontak dengan seorang pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona. Setelah keluar hasil uji swab, pasien tersebut dinyatakan negatif terinfeksi Corona.

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengatakan, para tenaga medis hingga karyawan tersebut sudah diizinkan untuk pulang berbaur dengan keluarga dan lingkungan masing-masing, serta siap untuk beraktivitas normal kembali.

"PDP kita dari yang sudah kita rujuk ke RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi, telah menjalani 2 kali tes swab. Alhamdulillah, tadi kami sudah dikabarkan bahwa kedua hasil swab PDP tersebut ternyata negatif COVID-19," kata Deri Asta, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4/2020).

"Jadi, para tenaga medis kita yang kemarin sempat menangani pasien tersebut berarti juga aman tidak terkena ancaman terjangkit. Jadi secepatnya kita izinkan untuk mengakhiri proses karantina mereka," tambah dia.

Direktur RSUD Sawahlunto, dr Adrianof mengaku senang dengan hasil tersebut. Ia menyatakan bahwa yang menjadi penentu apakah seorang pasien berstatus positif atau negatif Corona hanyalah dari hasil uji swab, sementara untuk rapid test hanyalah sebagai tes awal atau tes cepat saja.

"Sekarang kita sudah menerima pernyataan hasil pemeriksaan dari Laboratorium Biomedik Unand yang menjadi lembaga resmi untuk melakukan swab test ini. Yang mana hasilnya PDP tersebut negatif COVID-19. Hasil inilah yang membuat kita tenang dan memutuskan untuk mengakhiri proses karantina pada 10 tenaga medis RSUD Sawahlunto," kata Adrianof.

Sebelumnya, tenaga medis dan petugas rumah sakit itu sempat kontak dengan seorang pasien yang menunjukkan gejalah mirip Corona. Dalam rapid test yang dilakukan pada Selasa (14/4) lalu, sang pasien asal Padang Sibusuk, Kabupaten Sijunjung tersebut juga menunjukkan indikasi positif Corona.

Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM) Bukittinggi, dan membuat tenaga medis hingga cleaning service yang kontak dengannya dikarantina untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

(rfs/rfs)