Staf Khusus Presiden Belva Devara Mundur, Ini Fakta-fakta Dirinya

Puti Yasmin - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 20:31 WIB
Belva Devara
Foto: Instagram belvadevara
Jakarta -

Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Belva Devara mengundurkan diri dari jabatannya. Ia mengundurkan diri sejak Rabu (15/4/2020) lalu dengan mengirim surat ke Jokowi.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan pengunduran diri Belva. Bahkan, Jokowi telah menerima surat pengunduran diri dari Belva.

"Memang benar, Presiden sudah menerima surat pengunduran diri dari Staf Khusus Presiden, Saudara Adamas Belva Syah Devara," jelas dia kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Jokowi telah memahami alasan pengunduran diri Belva. Jokowi hanya ingin anak muda ikut berkontribusi dalam kemajuan Indonesia.

"Dari awal Bapak Presiden menginginkan anak-anak muda yang berpotensi seperti Belva untuk bergabung dalam pemerintahan sehingga bisa berkontribusi dengan gagasan-gagasan inovatif, kreatif, sekaligus memberikan ruang belajar bagi anak-anak muda terkait tata kelola pemerintahan," sambung dia.

Sosok Staf Khusus Presiden Belva Devara:

1. Keluarga

Pemilik nama lengkap Adamas Belva Syah Devara ini lahir dari keluarga sederhana di Jakarta pada 30 Mei 1990. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

2. Pendidikan

Belva Devara menempuh pendidikan S1 di Nanyang Technological University, Singapura dengan program gelar ganda, yakni Bisnis dan Ilmu Komputer. Kemudian, pada tahun 2013 ia mengambil gelar Master of Business Administration di Stanford University.

Di tahun 2014, Belva juga mengambil gelar Master of Public Administration di Harvard University. Semua pendidikan kuliahnya ia dapatkan secara cuma-cuma karena ia memperoleh beasiswa penuh dari universitas tersebut.

3. Sempat Jadi Konsultan

Belva Devara di tahun 2011 sempat bekerja menjadi seorang konsultan di perusahaan McKinsey & Company. Kantor ini dikenal sebagai salah satu perusahaan dengan kesulitan wawancara paling tinggi.

Pemilik akun Ig @belvadevara ini diketahui hanya bekerja selama 2 tahun di perusahan tersebut. Ia memutuskan untuk keluar di tahun 2013.

4. Jadi CEO Ruangguru

Tahun 2016 Belva Devara membangun perusahaan startup bernama Ruangguru bersama sahabatnya Muhammad Iman Usman. Perusahaan tersebut bergerak di bidang pembelajaran via online.

Di tahun 2019, startup ini mendapatkan suntikan dana sebesar US$ 150 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan produk dan layanan Ruangguru.

5. Enam Bulan Jadi Stafsus Presiden Mundur

Kisah sukses Belva Devara tak berhenti. Ia dipilih oleh Presiden Joko Widodo menjadi staf khusus presiden pada November 2019 lalu bersama enam orang lainnya sebagai perwakilan milenial.

Namun di tanggal 15 April kemarin, Belva memutuskan untuk mundur. Belva Devara mundur dari jabatannya dengan mengirim surat kepada Presiden Jokowi.

Ia menjelaskan, pilihannya mundur sebagai Staf Khusus Presiden karena tidak ingin berpolemik dengan Ruangguru karena terlibat dalam program Kartu Prakerja.

"Saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin membuat polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan, yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi COVID-19," ungkap dia.

"Seperti yang telah dijelaskan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku, dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan. Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja," tegas Belva.

(pay/erd)