Cerita di Balik Lukisan 'Berburu Celeng' Rp 1 Miliar Djoko Pekik

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 17:57 WIB
Djoko Pekik
Foto: Mola TV
Jakarta -

Djoko Pekik merupakan maestro pelukis Indonesia yang dikenal terutama dari lukisan monumental 'Berburu Celeng' pada tahun 1998 hingga disebut sebagai pelukis satu miliar. Ia juga merupakan salah satu sosok yang memegang teguh terhadap idealisme yang ditekuninya itu bahkan hingga masa tuanya.

"Saya tidak makan (dari) lukisan. Kalau hidup saya nih sangat sulit, ndak ada yang saya makan, lebih baik saya jadi tukang batu atau tukang becak, ndak masalah. Diri saya sudah karena pelukis, saya anggap pelukis itu seperti kuda balap," ujar Pekik.

"Kalau merasa jadi pelukis kaya kuda balap, jangan untuk ngandong. Tiap hari seperti Anda ngatakan suruh bisa melayani untuk pesenan orang. Kuda balap tetep kuda balap, siap tempur sewaktu-waktu sampai matipun, tak seorang berniat pulang walau mati menanti," imbuhnya.

Ia juga bercerita sebelum membuat lukisan Berburu Celeng, ia lebih dulu membuat 'Susu Raja Celeng' pada tahun 1996. Objek ide celeng atau babi tersebut ia dapatkan dari sebuah peribahasa yang diajarkannya gurunya waktu masih SD, raja alim raja disembah, raja lalim raja disanggah.

"Nah ini saya kalau tahta untuk rakyat itu mau seperti raja celeng atau bener. Karena celeng itu lambang keserakahan, apa-apa doyan, membabi buta, serakah. Kalau jalan tidak bisa belok, lurus. Matinya celeng hanya digebugi dan diburu orang," ujarnya.

"Kalau raja lalim, surutnya juga terhina, seperti celeng digebugi orang. Dua bulan sebelum Soeharto lengser, saya sudah menggambar ini. Rakyat berburu celeng dan dapat gembira sekali dan dirayakan dengan kesenian rakyat. Ada pantomim, jatilan, reog, karena gembira berburu celeng, tapi ingat celeng itu kuat sekali. Akhirnya meski sudah diburu jadi lengsi lengjeh, celeng siji celeng kabeh (dari satu babi jadi babi semua)," jelasnya.

Cerita Djoko Pekik selengkapnya dalam dilihat dalam acara Blusukan Butet Kartaredjasa: Djoko Pekik Si Pelukis 1 Miliar di Mola TV. Dalam acara tersebut, Pekik juga bercerita tentang karyanya yang lain seperti 'Go To Hell Crocodile' dan 'Tuan Tanah Kawin Muda', saat menerima gelar dari Pakualam, harapan kepada keluarga, dan lain sebagainya.

Semua itu dapat dilihat melalui paket Corona Care Mola TV. Dalam program ini, Mola TV mengajak masyarakat untuk turut peduli melalui Corona Care, sebuah program yang bertujuan untuk membantu pemerintah melawan wabah virus COVID-19 di Indonesia.

Program ini dapat disaksikan juga dengan memberikan sumbangan yang beragam mulai dari Rp 0 (atau sekadar doa) hingga Rp 5 juta. Nantinya setiap sumbangan tersebut akan digandakan Mola TV dan disalurkan kepada BNPB dan PMI untuk membantu perjuangan melawan wabah virus Corona.

(mul/mpr)