Duka Pembersih Kubur Maryah Mengais Rupiah di Tengah Pandemi

Muhammad Ilman - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 16:08 WIB
Maryah bersama rekan pembersih kubur lainnya
Foto: Maryah bersama rekan pembersih kubur lainnya. (Ilman/detikcom).
Jakarta -

Duka akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dan sekitarnya banyak dirasakan masyarakat kecil. Seperti Maryah, pembersih kubur yang harus 'menjerit' lantaran banyak kehilangan penghasilan saat pandemi virus Corona ini.

"Sepi yang ziarah," ucap Maryah saat berbincang dengan detikcom di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2019).

Sepinya peziarah bukan tanpa alasan. Pemerintah telah meminta masyarakat untuk tidak berziarah ke kuburan menjelang awal Ramadhan agar tidak ada penularan COVID-19.

Akibat kebijakan tersebut, pemasukan harian Maryan dan suami ikut menurun. Maryah dan suami setiap hari mengandalkan pemberian dari para peziarah yang datang.

Duduk di bawah pohon di kompleks TPU Jeruk Purut bersama teman-teman sesama pembersih kubur, Maryah tetap semangat mencari rezeki. Walau peziarah sangat sepi, ia mengaku mengaku masih sedikit mendapat pemasukan hasil bagi rata dari pembersih kubur di TPU Jeruk Purut.

Menurut Maryah, masih ada satu atau dua peziarah yang nekat untuk datang. Hanya saja karena dibagi rata dengan semua pembersih kubur, hasilnya pun sangat sedikit.

"Ya kalau ngasih ya ada, nggak kosong juga. Kadang Rp 4 ribu, Rp 3 ribu, Rp 5 ribu. Kalau rame ada antrean Rp 10 ribu, bagaimana orang ahli warisnya," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2