Konflik PKB, Muhaimin Tolak Diskusi Bareng Cak Anam
Rabu, 14 Des 2005 13:31 WIB
Jakarta - Meski Saifullah Yusuf dan Muhaimin Iskandar sudah bersalaman, bukan berarti konflik PKB selesai. Bahkan, seteru dua kubu PKB tersebut makin nyata. Saat diundang diskusi mengenai PKB, Muhaimin enggan duduk menjadi pembicara bersama Choirul Anam.Diskusi tersebut digelar Soegeng Sarjadi Syndicate di Wisma Kodel, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (13/12/2005) malam.Dalam diskusi yang sedianya dipandu Sugeng Sarjadi itu, menghadirkan pembicara pengamat politik Arbi Sanit, Ketum PKB Muktamar Surabaya Choirul Anam dan Ketum PKB Muktamar Semarang Muhaimin Iskandar. Tema diskusi sendiri yakni PKB dan Prospek tahun 2009.Kubu Anam yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Sekjen Idham Choilied dan Ketua DPP PKB Aris Azhari Siagian. Sedangkan kubu Muhaimin antara lain Yenni Wahid.Sumber detikcom yang turut hadir di sana menceritakan, kubu Anam tiba terlebih dahulu di ruangan diskusi yang terletak di lantai 11 Wisma Kodel sekitar pukul 19.00 WIB. Tak lama kemudian, kubu Muhaimin juga tiba. Nah, dalam pertemuan tersebut masing-masing kubu sempat terhenyak. "Mereka kaget dan tidak menyangka bisa bertemu disini," tuturnya.Tidak lama kemudian, Soegeng, Arbi, Muhaimin yang ditemani Yenny, Anam yang ditemani Aris melakukan pembicaraan tertutup. Nah, dalam pertemuan tersebut, Imin, panggilan Muhaimin, mengaku enggan menjadi pembicara. Imin mengaku tidak siap membicarakan PKB jika tampil bareng Anam.Soegeng pun sempat membujuk Imin untuk tetap mau menjadi pembicara. Ia menawari Imin untuk tampil dalam diskusi PKB terpisah dengan Cak Anam. Tawaran itupun ditolak Imin. Lalu, Soegeng kembali menawari Imin untuk diskusi mengenai visi kebangsaan tanpa menyinggung masalah PKB. Lagi-lagi tawaran ini ditolak Imin. Rombongan Imin pun akhirnya pulang sekitar pukul 20.30 WIB.Saat dikonfirmasi, Idham membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Saya juga sempet kaget dan tidak menyangka bisa bertemu dengan Muhaimin di sana," jelas Idham saat dihubungi detikcom, Rabu (14/12/2005).Ia menyayangkan sikap Imin yang tidak mau berbicara dalam diskusi tersebut. "Seharusnya forum-forum seperti itu kita bisa gunakan untuk membahas bareng soal PKB," ujarnya.
(jon/)











































