169 Pegawai PUPR Terpapar Corona, 1 Meninggal Dunia

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 14:06 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (tengah) bersama (kiri ke kanan) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Sosial Juliari Batubara bersiap memberikan keterangan pers seusai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/1/2020). Rapat tersebut membahas pencegahan dan penanganan dampak banjir di Jabodetabek dan Banten. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Wahyu Putro A/Antara Foto)
Jakarta -

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan ada 169 pegawainya yang terpapar virus Corona. Satu orang di antaranya meninggal dunia.

"Di PUPR ini ada 44.825 pegawai, yang terpapar ada 169, terkonfirmasi 5 orang, 1 meninggal dunia," kata Basuki dalam rapat virtual dengan Komisi V DPR, Selasa (21/4/2020).

Sementara itu, ada 4 pegawai dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) dan 1 orang meninggal dunia dengan status negatif COVID-19. Basuki juga menyebut 91 persen pegawai Kementerian PUPR punya risiko rendah terpapar Corona.

"PDP 4 orang, 1 meninggal dunia, namun status negatif COVID-19. ODP 114 orang. Hampir seluruhnya sudah kami lakukan rapid test, dari 44.825 orang, 91 persen memiliki risiko sangat rendah atau belum ada risiko, risiko tinggi 0,18 persen. Jadi kami sudah punya Satgas Penanganan COVID di Kementerian PUPR," ujar Basuki.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan hanya ada seorang pegawai kementeriannya yang terpapar virus Corona. Pegawai itu kini telah dinyatakan sembuh.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim IskandarMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar (Lamhot Aritonang/detikcom)

"Kemendes 3.000 karyawan, tenaga yang ada di kementerian dan hanya satu yang terdampak COVID dan alhamdulillah sudah sembuh. Ini karena doa kita semua dan tidak nambah lagi, dan mudah-mudahan Indonesia segera keluar dari COVID," jelas Halim.

(azr/elz)