Kenaikan BBM Berpotensi Naikkan Kekerasan Pada Anak

Kenaikan BBM Berpotensi Naikkan Kekerasan Pada Anak

- detikNews
Rabu, 14 Des 2005 12:52 WIB
Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tak hanya berdampak pada masalah ekonomi. Kenaikan BBM yang memperbanyak jumlah orang miskin juga berpotensi meningkatkan kekerasan terhadap anak. Duh!Menneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono menyampaikan hal itu usai membuka peluncuran buku berjudul "Kekerasan Terhadap Anak di Mata Anak Indonesia", di kantor Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (14/14/2005). Meutia menjelaskan, kekerasan terhadap anak dilakukan oleh masyarakat dari semua level ekonomi. Namun, tegasnya, pelaku yang paling dominan adalah level masyarakat kelas ekonomi bawah. "Yang dominan dilakukan oleh orang tua yang miskin. Kenaikan BBM juga berpotensi meningkatkan kekerasan terhadap anak-anak. Sebab anak-anak dikomersialkan atau mejadi pelampiasan dan juga dieksploitasi oleh orangtua," kata Meutia. Menurut Meutia, kekerasan pada anak yang terjadi dalam keluarga merupakan refleksi kegagalan pengasuhan yang telah berlangsung secara turun temurun. Maka itu setiap keluarga harus memberikan pengasuhan yang benar. Meutia berpendapat, jika orangtua tak bisa melakukan kewajiban dan tanggung jawab mengasuh anak, maka pencabutan kuasa asuh merupakan alternatif yang harus dilakukan. "Tindakan itu untuk kepentingan terbaik anak," tandasnya. Putri proklamator Bung Hatta itu lalu mengingatkan kekerasan terhadap anak merupakan pelanggaran terhadap pasal 80 UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara dan denda. Sementara Perwakilan Perlindungan Anak Unicef Astrid Dionisio mengatakan, kecenderungan kekerasan terhadap anak laki-laki lebih sering dilakukan secara fisik. Sedangkan pada anak perempuan kekerasan lebih sering dilakukan secara psikis dan seksual. Level kekerasan fisik terhadap anak perempuan berada di bawah kekerasan anak laki-laki. (iy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini