AS Kirimkan Tersangka Teroris ke Afrika Utara
Rabu, 14 Des 2005 12:24 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat diyakini telah menahan secara ilegal para tersangka teroris di Eropa, namun kemudian mengirimkannya ke Afrika Utara sebulan lalu ketika soal ini bocor.Seorang penyelidik Eropa, Dick Marty mengatakan telah menemukan indikasi soal itu. Marty, senator Swiss itu tengah menyelidiki klaim bahwa dinas intelijen AS, CIA mengoperasikan penjara-penjara rahasia di Eropa. Penyelidikan ini telah berlangsung sebulan."Sepengetahuan saya, tahanan-tahanan itu dipindahkan sekitar sebulan lalu, mungkin lebih," ujar Marty seperti dilansir kantor berita Associated Press, Rabu (14/12/2005). "Mereka dipindahkan ke Afrika Utara," imbuhnya.Menurutnya, ada "petunjuk" bahwa Polandia dan Rumania terlibat, mungkin tanpa disadari. Kedua negara itu telah membantah keterlibatan mereka. Marty yakin bahwa kini sudah tidak ada lagi tersangka teroris yang ditahan AS di Eropa.Harian The Washington Post-lah yang pertama kali melaporkan dugaan keberadaan penjara rahasia di Eropa Timur dan negara-negara lain pada 2 November lalu. Koran terkemuka AS itu tidak menyebutkan nama-nama negara yang dimaksud.Namun kelompok HAM Human Rights Watch yang berbasis di New York, AS menyatakan bahwa pihaknya memiliki bukti yang mengaitkan pemindahan para tersangka teroris yang ditangkap di Afghanistan ke Polandia dan Rumania. Kesimpulan ini didasarkan pada analisis catatan penerbangan pesawat CIA dari tahun 2001 hingga 2004 yang diperoleh organisasi itu.Pejabat-pejabat Eropa menegaskan bahwa penjara-penjara seperti itu melanggar prinsip-prinsip HAM Eropa. Marty menuturkan, informasi yang dikumpulkan sejauh ini menambah kredibilitas tuduhan seputar transfer dan penahanan sementara orang-orang tersebut di negara-negara Eropa.
(ita/)











































