Ratusan WNA di Masjid Sunter Jalani Rapid Test, Sebagian Dibawa ke RS Darurat

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 17:15 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Ratusan warga negara asing (WNA) bermalam di Masjid Al Muttaqien, Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka awalnya menjalani rapid test oleh pemerintah daerah, hasilnya ada yang dinyatakan positif atau reaktif Corona (COVID-19) dan dibawa ke RS Darurat Wisma Atlet.

"Ini sama dengan yang di Kebon Jeruk. Intinya gitu. Itu tiga minggu lalu. Sudah kita antisipasi, jadi protap penanganan COVID, sudah kita jalankan, mulai disinfektan. Kebetulan tanggal 4 (April), bersama-sama dengan tiga pilar (pemerintah daerah-Polri-TNI) melakukan Rapid Test dengan Puskesmas Kecamatan (Tanjung Priok)," ucap Camat Tanjung Priok, Samsul Huda, saat dihubungi, Senin (20/4/2020).

"Iya, prinsipnya WNA gabungan, ada dari India, Pakistan, Banglades, Thailand, campuran. Mereka itu transit karena dia nunggu penerbangan. Penerbangan lagi ditunda semua kan," ujarnya.

Samsul menerangkan, WNA tersebut menggunakan Masjid Al Muttaqien sebagai tempat transit. Dari masjid itu, mereka menyebar ke beberapa wilayah Indonesia untuk belajar agama islam dan sebagainya.

"Ada yayasan menampung, habis itu keluar daerah, ada Kalimantan, Jawa, ke mana.... Kan harus ada yang tanggung jawab. Istilahnya ngaji ke mana, ngaji ke mana. Lengkap visa, paspor, daftar kepulangan ada. Masalahnya kondisi begini, dia tidak bisa pulang ke negaranya karena nggak ada penerbangan," katanya.

Dia menerangkan, ada sekitar tiga kali rapid test dilakukan kepada jemaah masjid tersebut. Namun, Samsul belum mengetahui jumlah pasien yang positif setelah dites swab.

"Belum tahu (jumlah yang positif), itu Wisma Atlet. (Yang dibawa ke Wisma Atlet) kemarin 15 yang kemarin, (total) berapa gitu," kata Samsul.

Setelah kejadian pengecekan rapid test, Masjid Al Muttaqien diisolasi. WNA tidak bisa keluar masuk dari area masjid.

"Tiga minggu lalu ada isolasi, termasuk dari kita ada bantuan natura, dan lain-lain. Penjagaan, kita jamin, WNA nggak ke mana-mana. Kan kita kunci," ucap Samsul.

Saat ini, yang awalnya WNA di sana ada 240-an orang, kini sudah mulai berkurang. Beberapa kelompok mereka sudah meninggalkan Indonesia.

"Setelah itu, misal kayak Thailand ada kurang lebih ada 76 orang atau 75 orang sudah pulang ke negaranya. Terus kemarin, hari Sabtu (18/4), dari Pakistan pulang 89 orang. Jadi sekarang suah berkurang, besok ada 45 orang pulang. Kalau semua sudah pulang, habis. Saat ini 166," kata Samsul.

(aik/fjp)