Jaga Laut Indonesia Selama Corona, Kemenhub Kerahkan 39 Kapal Patroli

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 17:08 WIB
Kemenhub
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Dalam rangka menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di wilayah perairan Indonesia selama masa pandemi Corona, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyiagakan Kapal Negara untuk kegiatan patroli. Setidaknya ada sekitar 39 kapal patroli yang tersebar di 5 Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP).

"5 Pangkalan PLP tersebut memiliki 39 kapal yang memang berpatroli khusus untuk melaksanakan penegakan hukum di laut, baik itu menyangkut kapal berbendera Indonesia maupun kapal asing yang beroperasi masuk ke Indonesia," ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2020).

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan dalam kondisi saat ini pihaknya terus menyiagakan, baik dari Sumber Daya Manusia (SDM) maupun sarana dan prasarana, salah satunya dengan menyiagakan Kapal Patroli mereka.

"Wabah virus corona yang terjadi saat ini tidak menyurutkan semangat juang kita dalam menjalankan tugas, terbukti beberapa pekan terakhir kami terus berperan aktif membantu melakukan pengamanan dan penjagaan di bidang pelayaran," ucap Ahmad.

Ahmad mengungkapkan, salah satu aksi dan peranan KPLP adalah saat ada 4 (empat) Kapal Pesiar Asing yang bersandar di Pelabuhan Benoa. Adapun kedatangan ke empat kapal asing tersebut dalam rangka proses pemulangan Anak Buah Kapal (ABK)/Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dalam kegiatan tersebut, KPLP mengerahkan Kapal Patroli milik Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, yaitu KNP.326.

"Selain untuk menjalankan tugas dan fungsinya, kehadiran kapal patroli ini juga membantu para petugas, baik dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) dan tim medis lainnya untuk mengantar mereka menuju ke kapal tersebut guna melaksanakan rangkaian pemeriksaan kesehatan di atas kapal," kata Ahmad.

Selain itu, Ahmad mengungkapkan menyusul kebijakan lockdown di Malaysia, KPLP melakukan penjagaan di 3 (tiga) pelabuhan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai pintu pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI). Adapun ketiga pelabuhan tersebut yaitu Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan Pelabuhan Dumai. Ahmad juga mengatakan pada Kamis kemarin (16/4) Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban juga melakukan pengamanan dan pengawasan terkait tenggelamnya kapal MT. Wan Da berbendera Dominica di perairan Johor Malaysia.

"Dalam proses pengamanan tersebut, kami mengerahkan 2 (dua) kapal patroli, yaitu KN. Kalimashada - P.115 dan KN. Rantos - P.210 untuk siaga di lokasi tenggelamnya kapal MT. Wan Da," tuturnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, guna turut berperan aktif dalam mencegah dan menekan penyebaran virus Corona (COVID-19) di Indonesia, Ahmad menegaskan bahwa petugas bersama dengan seluruh armada kapal patroli milik KPLP saat ini dalam kondisi baik dan siap operasi untuk melakukan kegiatan patroli rutin di laut maupun tugas-tugas lainnya di masa darurat bencana wabah corona saat ini.

Ia tak lupa mengimbau kepada seluruh petugas yang bertugas di lapangan untuk tetap mengutamakan keselamatan dan kebersihan serta selalu menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) di saat menjalankan tugasnya di masa pandemi Corona.

Seperti diketahui, Pemerintah resmi menetapkan wabah virus corona sebagai bencana nasional. Penetapan status bencana nasional itu tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-Alam Penyebaran Virus Corona Disease 2019 (COVID-19) sebagai bencana nasional.

Evaluasi PSBB, Ini Perintah Jokowi ke Semua Daerah:

(akn/ega)