Pakar UI Minta Data Pemakaman dengan Protap Corona Dibuka: Bedanya Signifikan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 11:50 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Epidemiolog dari FKM UI, Pandu Riono, meminta pemerintah jujur terkait data penanganan virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Salah satunya dengan membuka data warga yang masuk ke rumah sakit setiap harinya dengan gejala Corona.

"Kita ingin supaya pemerintah jujur," kata Pandu saat dihubungi, Senin (20/4/2020).

Selain itu, Pandu juga mendorong pemerintah membuka data jumlah warga yang dimakamkan dengan protokol COVID-19. Di saat situasi seperti ini, Pandu mengatakan mayoritas yang dimakamkan kemungkinan besar sudah terpapar Corona.

"Yang harus dilaporkan itu adalah jumlah orang yang masuk rumah sakit setiap hari yang dengan gejala COVID-19, terus kedua yang dimakamkan dengan protokol COVID. Hari gini akan sebagian besar sudah COVID-19," ujar Pandu.

Mengenai data kematian terkait Corona, Pandu menyampaikan analisisnya berdasarkan data pemakaman DKI. Dia menyitir data pemakaman DKI pada akhir Maret lalu.

"Jadi ini saya menggunakan 29 Maret, ternyata dari dinas pemakaman DKI itu ada 283 pada hari itu yang dimakamkan dengan protokol COVID. Kalau udah dengan protokol COVID dengan gejala klinikal khas COVID dan sebagian besar meninggal itu hampir dapat dipastikan karena COVID dan yang dilaporkan oleh jubir pada hari itu 67 kematian karena COVID, betul jubir itu kematian yang sudah terkonfirmasi laboratoriumnya. Kenapa di lapangan lebih tinggi, itu yang mati di Jakarta tidak semua dimakamkan di Jakarta, ada yang dimakan di Bogor, jadi nggak tercatat kesehatan DKI, ada yang dimakamkan di Tangerang, ada di Karawang dan ada yang dimakamkan di Bekasi," ujar dia.

Mereka-mereka yang Tiga Kali Terinfeksi Corona:

Selanjutnya
Halaman
1 2