Dirjen Dikdasmen: Atlas Bergambar Bintang Kejora Menyesatkan
Rabu, 14 Des 2005 07:12 WIB
Jakarta - Atlas yang berisi gambar bendera bintang kejora pada display bendera negara-negara hilang dari peredaran di Jakarta. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Suyanto setuju atlas itu ditarik peredarannya karena menyesatkan anak-anak."Saya sepakat atlas itu ditarik peredarannya karena itu cukup membingungkan anak-anak dan saya kira itu juga menyesatkan anak-anak," kata Suyanto ketika ditemui detikcom di ruang kerjanya di Gedung Depdiknas, Jl. Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (13/12/05).Suyanto mengaku tidak mengetahui maksud penerbit buku menerbitkan dan memperjualbelikan atlas tersebut. "Padahal bendera tersebut bisa memprovokasi atau memberikan semacam hidden kurikulum bagi anak-anak untuk mengakui eksistensi negara lain selain NKRI," ujarnya Tapi, lanjut Suyanto, Depdiknas tidak bisa mengambil tindakan kepada penerbit buku karena bukan kewenangannya dan pendidikan sudah desentralisasi. "Mungkin juga itu bukan text book, artinya siapa saja bisa menerbitkannya," tuturnya.Dijelaskan Suyanto, penerbitan buku text book harus mendapat rekomendasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). "Saya yakin bila buku yang mempunyai hidden agenda itu diajukan ke BSNP peluangnya kecil untuk diterima."Soal peta yang diterbitkan oleh salah satu penerbit yang mencantumkan Papua menjadi tiga provinsi dan disetujui Dikdasmen, Suyanto membantahnya. Suyitno menegaskan tidak pernah menyetujui itu dan saya tidak pernah diminta persetujuan.Bahkan, lanjut Suyanto, ia tidak pernah menyetujui buku apapun yang terkait pelajaran sekolah "Saya merasa bila saya memberikan persetujuan akan dipolitisir dan dipergunakan untuk bisnis, lebih baik biar mekanisme pasar saja," tukasnya. Sebagaimana diberitakan, atlas yang berisi gambar bendera bintang kejora pada display bendera negara-negara ternyata sempat juga beredar di Jakarta. Namun stok atlas tersebut saat ini sudah tidak ditemukan lagi di rak pajang, melainkan hanya terdapat dalam katalog database komputer.Pemantauan yang dilakukan detikcom di toko buku Gramedia Jl Matraman Raya, Jakarta, Selasa, (13/12/2005) tidak menemukan buku tersebut. Namun, dari penelusuran pada database katalog atlas di komputer yang tersedia, ditemukan buku atlas terbitan Mitra Pelajar dan Karya Agung, Surabaya. Sedangkan atlas lainnya terbitan Krama Widya Bandung yang memuat gambar provinsi Papua dengan tiga propinsi tidak ditemukan. Wartawan detikcom hanya menemukan atlas-atlas yang diterbitkan oleh beberapa penerbit lainnya seperti Bintang Usaha Jaya, Karya Harapan, dan Rosda Karya.
(gtp/)











































