Round-Up

Bagi-bagi Sembako Berujung Pelaporan Gubernur Gorontalo

Hestiana Dharmastuti, Ajis Khalid - detikNews
Minggu, 19 Apr 2020 05:55 WIB
Antrean warga saat bagi-bagi sembako di rumah dinas Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, 7 April 2020.
Foto: Antrean warga saat bagi-bagi sembako di rumah dinas Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, 7 April 2020. (Istimewa)
Gorontalo -

Niat baik tidak selalu berbuah manis. Itulah gambaran nasib Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang dilaporkan warganya ke polisi gegara bagi-bagi sembako di tengah pandemi Corona.

Rusli dilaporkan oleh warganya bernama Alyun Hasan Hippy. Laporan itu tertuang dalam surat laporan polisi dengan Lomor: LP/135/IV/2020/Siaga-PKT tertanggal 15 April 2020. Acara bagi-bagi sembako digelar Rusli di rumah dinasnya pada 7 April 2020.

Pengacara Alyun, Duke Arie, Rusli Habibie dilaporkan ke Polda Gorontalo karena diduga melanggar Pasal 93 UU Karantina Kesehatan. Sebab, Rusli Habibie membagi-bagikan sembako yang mengakibatkan kerumunan, antrean, dan kemacetan parah.

"Kita menilai ini sudah melanggar protokol pengendalian COVID-19, kan harus ada jaga jarak, masker, tak boleh kerumunan. Berdasarkan Pasal 93 itu, kami menilai Pak gubernur tidak menaati pelaksanaan karantina kesehatan," ujar Duke Arie, Sabtu (18/4/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3