Round-Up

Pemerintah Gaungkan Ramadhan di Rumah Saja Lewat Hadist Rasulullah

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 18 Apr 2020 08:37 WIB
Sholat
Pemerintah menggaungkan ibadah di rumah di bulan Ramadhan selama masa pandemi COVID-19. (Foto: iStock)
Jakarta -

Pemerintah menggaungkan pelaksanaan ibadah selama bulan suci Ramadhan 1441 H hanya di rumah di tengah masa pandemi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19. Pemerintah, lewat Kementerian Agama (Kemenag), mengutip hadist Rasulullah SAW untuk tidak mencari serta menjemput bahaya.

Pandemi virus Corona saat ini masih belum usai di Indonesia, dengan kasus yang sudah menyentuh 5.923. Untuk itu, pemerintah mengajak masyarakat memaksimalkan ibadah Ramadhan di dalam rumah.

"Pemerintah mengimbau agar seluruh umat Islam agar tetap di rumah dan beribadah di rumah saja. Di dalam hadist Rasulullah SAW dikatakan kita tidak boleh mencari atau menjemput bahaya dan juga kita tidak boleh menularkan bahaya itu kepada orang lain," kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin dalam konferensi pers di saluran YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (17/4/2020).

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin AminDirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin (Foto: dok. BNPB)



"Jangan sampai kita menjemput bahaya kita berkerumun di satu tempat, termasuk di tempat-tempat ibadah itu sangat berpotensi membahayakan diri kita dan juga orang lain. Janganlah engkau melemparkan dirimu dalam kehancuran," jelas Amin melanjutkan.



Amin menyadari pentingnya beribadah di masjid selama bulan Ramadhan. Namun untuk kali ini dianjurkan untuk tetap di rumah guna mencegah penyebaran virus corona.

"Meskipun kita sama-sama menyadari betapa pentingnya dan betapa mulianya berada ibadah di masjid, akan tetapi dalam konteks seperti sekarang ini wajib hukumnya bagi kita untuk tetap berada dan beribadah di rumah," ujar Amin.



Amin mengatakan, beribadah di rumah tidak akan akan mengurangi kualitas, yang terpenting, kata dia, dalam melaksanakan ibadah harus ada keikhlasan dan kekhusyukan.

"Kualitas ibadah kita Insyaallah tidak berkurang dengan kita berada di rumah kualitas ibadah kita tidak hanya ditentukan locus di mana kita beribadah, tapi tidak kalah pentingnya adalah kualitas ibadah kita ditentukan oleh keikhlasan kita, ditentukan oleh kekhusyukan kita, ditentukan oleh jiwa kita," kata Amin.

Imbau Salat Tarawih di Rumah, Kemenag: Sesuai Hadis Rasul:

Selanjutnya
Halaman
1 2