KSAD Menitikkan Air Mata Dengar Curhat Perawat Corona Tak Pulang Sebulan Lebih

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Jumat, 17 Apr 2020 19:54 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. (Foto: screenshot video YouTube Channel TNI AD)
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa tak kuasa menahan air matanya ketika mendengar curhatan para dokter dan perawat pasien COVID-19 di RSPAD Gatot Soebroto. Momen haru itu diunggah di channel YouTube TNI AD.

Mulanya, Andika menanyakan apa yang paling dibutuhkan para tenaga medis kepada instalasi gizi, Mayor CKM Novianti. Melalui video conference, Novianti meminta agar para tenaga medis diberi madu.

Andika pun langsung menyetujuinya. Selang beberapa hari, Andika bersama istri sekaligus Ketua Umum Persatuan Istri Prajurit TNI AD Hetty Andika Perkasa menanyakan apakah para petugas medis sudah menerima madu yang dikirim. Salah seorang perawat, Elvi, mengucapkan terima kasihnya karena sudah mendapat perhatian dari KSAD dan istri.

"Ibu KSAD, terima kasih atas perhatiannya kepada kami yang bertugas. Izin, Ibu, kami merasa diperhatikan oleh atasan. Kami sangat berterima kasih," ucap Elvi dengan suara bergetar menahan tangis seperti dilihat detikcom di channel YouTube TNI AD, Jumat (17/4/2020).

Perawat pasien Corona dapat asupan madu.Perawat pasien Corona dapat asupan madu. (Foto: Dok. Istimewa)

Elvi kemudian bercerita, ada rekannya dari Januari belum pulang ke rumah bertemu keluarganya. Menurutnya, bantuan tersebut turut membawa motivasi dan semangat kepada para petugas medis yang tengah berjuang mengobati pasien COVID-19.

"Kebetulan anggota kami ada yang hampir sudah dari bulan Januari tidak bertemu dengan orang tua. Dengan ada perhatian dari Ibu, ini merupakan motivasi besar buat kami untuk berjuang melawan COVID. I love you, Ibu. Mungkin kami sudah dua bulan tidak pulang, kami alhamdulillah diberi penginapan di sekitar rumah sakit sini, Ibu. Terima kasih atas perhatiannya," ucap Elvi tak kuasa menahan tangisnya.

Curhat tersebut disambut haru oleh Hetty. Air matanya mengalir deras mendengar perjuangan para petugas medis.

"Saya yang berterima kasih kepada Mbak-mbak semua, Mas-mas semua. Luar biasa perjuangan," katanya sembari mengusap air mata.

Andika, yang mendengar curhatan itu, pun tak kuasa menahan haru. Matanya memerah dan menitikkan air mata. Andika tak kuasa berkata-kata. Bahkan dia langsung mengalihkan percakapan itu dengan perawat lainnya.

"Oke coba yang di (ruang) Suhardi 3," kata Andika.

Para petugas medis di RSPAD Gatot Soebroto rata-rata tidak pulang ke rumahnya lebih dari satu bulan karena khawatir menularkan virus Corona ke keluarganya. Mereka selama ini tinggal di tempat penginapan yang sudah disediakan.

(idn/idn)