Polisi Kena Panah, Tawuran Geng di Makassar Diduga karena Dendam Lama

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 17 Apr 2020 16:07 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Garis polisi (Rachman Haryanto/detikcom)
Makassar -

Tawuran antargeng menyebabkan seorang polisi terkena anak panah di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tawuran ini diduga karena selisih paham antargeng hingga berujung pemukulan.

"Anak Leppeng dengan Kumala-Jongaya, masalah anak punk. Itu ada yang memukul, ada berselisih pahamlah di antara pelaku utama dari kedua kubu (Edo dan Adam)," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate AKP Ramli saat dimintai konfirmasi, Jumat (17/4/2020).

Terlepas dari kesalahpahaman berujung saling serang tersebut, nyatanya kedua kubu ini bukan pertama kali terlibat tawuran. Polisi bahkan menyebut kedua kubu ini memiliki catatan panjang soal tawuran sejak puluhan tahun lalu.

"Sudah berapa tahun yang lalu itu. Sudah puluhan tahun itu memang sudah begitu, pada saat mau menjelang bulan puasa memang sih muncul (terjadi tawuran)," ujar Komandan Tim Penikam Polrestabes Makassar Ipda Arif Muda saat dimintai konfirmasi terpisah.

"Di mana-mana perang kelompok kan, muncul itu. Itu kan sudah satu kegiatan remaja apakah iseng atau bagaimana," imbuhnya.

Arif menduga aksi tawuran yang kerap terjadi di antara kedua kubu ini memicu masalah baru yang tak ada ujungnya. Selain ketersinggungan oknum geng, tawuran kali ini diduga bisa jadi karena adanya 'dendam lama'.

"Sudah lama. Mungkin ada dendamlah barangkali," katanya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2