DPR Tolak Thaif Sebagai Tempat Kedatangan Jamaah Haji

DPR Tolak Thaif Sebagai Tempat Kedatangan Jamaah Haji

- detikNews
Rabu, 14 Des 2005 01:31 WIB
Madinah - Tim Pengawas Haji DPR sudah meninjau bandara Thaif dan situasi jalan menuju Thaif. Setelah menyaksikan dari dekat, DPR tidak merekomendasikan Thaif sebagai alternatif tempat pendaratan jamaah haji sebelum menuju Makkah.Hal ini disampaikan Ketua Tim Pengawas Haji yang juga Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif saat berbincang-bincang di Kota Madinah, Arab Saudi, Selasa (13/12/2005). "Setelah meninjau kemarin, kami semua tidak merekomendasikan Thaif sebagai tempat pendaratan jamaah haji," katanya.Ide untuk menjadikan Thaif sebagai pendaratan dan pemulangan jamaah haji Indonesia itu sebelumnya datang dari Menteri Agama (Menag) Maftuch Basyuni. Usulan ini muncul karena di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, hanya disediakan 1 gate untuk jamaah haji Indonesia.=20"Hanya ada satu gate itu membuat proses pemeriksaan dokumen oleh Imigrasi di Bandara Jeddah sangat lama. Gara-gara inilah, jamaah haji Indonesia yang masuk atau keluar dari bandara harus antre dan memakan waktu yang lama," kata Zaenal seperti dilaporkan wartawan detikcom Arifin Asydhad.Namun, menurut Zaenal, setelah ditinjau ada hal-hal yang mengkhawatirkan bila jamaah haji Indonesia datang dan pulang lewat bandara Thaif. "Yang paling mengkhawatirkan, kondisi jalan Thaif-Makkah yang berkelok-kelok dan dikelilingi jurang. Sangat berpeluang terjadi kecelakaan."Jarak antara Thaif-Makkah sebenarnya tidak terlalu jauh. Dengan kendaraan pribadi, jarak dua kota ini ini bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 jam 20 menit. Kondisi bandara Thaif juga sangat bagus. "Tapi, ya itu kondisi jalannya mengkhawatirkan. Jadi, kita tidak merekomendasikan usulan itu," ujar dia. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini