Sejumlah Daerah di Aceh Banjir, Ribuan Warga Mengungsi
Rabu, 14 Des 2005 01:00 WIB
Banda Aceh -
Hujan yang terus mengguyur Aceh dari pekan lalu, mengakibatkan banjir di sejumlah daerah. Banjir, antara lain, melanda di Pidie, Bireun, Aceh Tamiang dan Aceh Jaya. Ribuan warga mengungsi ke tempat-tempat aman. Menurut data yang dihimpun detikcom, Selasa (13/12/2005), Kabupaten Bireun merupakan daerah yang terparah dilanda banjir. Bahkan dilaporkan adanya satu korban jiwa.Sekitar 18 desa yang berada di Kecataman Peudada, Bireun, masih tergenang air. Ribuan warga mengungsi ke tempat-tempat yang aman, sekolah-sekolah yang tidak tergenang air. Seperti di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Peudada."Tapi sudah banyak juga warga yang mulai kembali pulang karena air sudah terlihat mulai surut. Hanya mereka yang rumahnya tidak bisa lagi ditinggali yang masih mengungsi," ujar salah seorang penumpang bus Banda Aceh-Medan, Mirza, pada detikcom, yang melintasi daerah tersebut.Akibat hujan, lanjut Mirza, bus-bus Banda Aceh yang menuju Medan terpaksa berhenti. "Tapi pagi tadi sudah mulai normal kembali," katanya.Sehari sebelumnya Satkorlak Bireuen yang dipimpin Wakil Bupati Amiruddin Idris menyebutkan, jumlah warga yang mengungsi sekitar 4.000 jiwa lebih akibat ketinggian air mencapai dua meter. Banjir ini terjadi karena meluapnya Krueng Peudada.Beberapa kecamatan di Kabupaten Pidie juga tergenang air, meski air sudah mulai surut. Menurut laporan Serambi Indonesia edisi Selasa (13/12), Kecamatan yang dilanda banjir, Kecamatan Trienggading, Pante Raja, Meurah Dua, Meuredu, Ulim, Bandardua dan Jangka Buya.Sementara di Kuala Simpang, Aceh Taming, daerah yang merupakan perbatasan Aceh dan Sumatera Utara, banjir juga terjadi di Kecamatan Kota Kualasimpang, Kejuruan Muda, Bendahara dan Karang Baru."Ribuan warga yang berdomisili di daerah aliran sungai Tamiang merasa cemas karena air terus meluap sampai berita ini diturunkan. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Bendahara terutama Desa Teluk Halban, Teluk Kemiri, Teluk Kepayang dan Ranto Pakam," ujar Kapolres Aceh Taming AKBP Safril Antoni pada wartawan di Banda Aceh lewat telepon, Selasa (13/12/2005).
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































