Australia Berikan Beasiswa pada 522 Pelajar & Guru di Aceh

Australia Berikan Beasiswa pada 522 Pelajar & Guru di Aceh

- detikNews
Selasa, 13 Des 2005 21:45 WIB
Medan - Pemerintah Australia memberikan bantuan kepada 522 pelajar dan guru yang menjadi korban tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut). Bantuan yang diberikan dalam bentuk pelatihan itu berlangsung selama 18 bulan dan 12 bulan.Menteri Pendidikan Kejuruan dan Teknik Minister for Vocational And Technical Education) Australia, Gary Hardgrave menyatakan, bantuan ini merupakan wujud komitmen negara itu dalam membantu Indonesia dalam penanganan pasca tsunami."Pemerintah Australia sangat bangga dengan bantuan ini dan berharap bisa menunjukkan kuatnya komitmen kami untuk membantu korban tsunami di wilayah Indonesia," kata Hardgrave usai meresmikan Australia Education Center (AEC) di Hotel Grand Angkasa, Jalan Sutomo Medan, Selasa (13/12/2005).AEC yang diresmikan di Medan ini merupakan lokasi ketiga setelah Jakarta dan Surabaya. Lembaga ini memberikan informasi secara gratis mengenai lebih dari 26 ribu kursus dan 1.200 institusi di Australia.Sebanyak 322 penerima beasiswa itu mahasiswa pada Perguruan Al Muslim di Kabupaten Bireuen, NAD. Beasiswa itu selama selama 18 bulan dan sudah dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu. Sementara 200 lagi bantuan dalam bentuk pelatihan dan managemen untuk diberikan bagi 200 guru di Kabupaten Nias untuk jangka waktu satu tahun, akan dimulai dari bulan ini. Bantuan yang disalurkan itu merupakan bantuan dari Australian Council of Private Education and Training (ACPET) yang bersumber dari dana yang dikumpulkan secara sukarela oleh pelajar-pelajar dan guru swasta di Australia. "Sebenarnya kami ingin memberi beasiswa untuk seluruh pelajar korban tsunami yang belum mendapat bantuan. Tetapi karena banyaknya korban, kami baru bisa menyalurkan dana yang ada untuk 522 pelajar melalui lembaga swadaya di wilayah ini," kata National Chair ACPET Julie Moss.Bantuan beasiswa ini, kata Hardgrave, di luar komitmen Pemerintah Australia untuk program rekonstruksi kawasan tsunami di Indonesia yang berjumlah 1 miliar dollar Australia lebih. "Kami akan tetap mengawasi penyaluran bantuan ini karena para penyumbang menginginkan penerima beasiswa merasakan manfaatnya," ujarnya. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads