Enggan Diperiksa Polisi, Tamu SBY Tinggalkan Indonesia
Selasa, 13 Des 2005 17:34 WIB
Jakarta - Tamu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Rabithah Alam Islami (RAI) alias Liga Islam Dunia yang kehilangan uang senilai Rp 2,93 miliar ternyata telah meninggalkan Indonesia. Mereka enggan diperiksa polisi. Kenapa?"Saya rasa mereka tidak lapor karena bisa jadi memperlama mereka di sini. Sama saja dengan jamaah haji Indonesia di Makkah, kalau mereka lapor malah urusannya panjang," ujar Kepala Humas Departemen Agama Soefyanto kepada detikcom di Gedung Depag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2005).Disebutkan rombongan dari RAI yang berjumlah delapan orang ini dipimpin langsung oleh Sekjennya, Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki. Menurut Soefyanto, rombongan RAI pada Selasa 13 Desember siang sekitar pukul 14.00 WIB sudah meninggalkan Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.Seperti diberitakan, pencurian pada tamu SBY itu terjadi pada Kamis 8 Desember lalu. Kala itu mereka tengah menunggu pengurusan kamar di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Saat mereka menunggu di lobi, kopor yang mereka bawa diambil orang. Padahal di tas itu ada duit 300 ribu dolar AS. Polisi sendiri sampai saat ini masih kesulitan mengungkap pelaku pencurian tersebut. Apalagi para korban menolak diperiksa.
(san/)











































