Lurah Petamburan: 34 Mahasiswa Asrama Bethel Kena Corona, 180 Isolasi Mandiri

Antara News - detikNews
Kamis, 16 Apr 2020 13:59 WIB
ilustrasi corona
Foto ilustrasi Corona
Jakarta -

Lurah Petamburan Setyanto mengatakan Asrama Bethel diisolasi dan dijaga ketat pihak TNI-Polri karena menjadi tempat penyebaran Corona. Sebanyak 34 mahasiswa Asrama Bethel disebutkan terkonfirmasi positif COVID-19.

"Infonya sekitar 34 mahasiswa yang positif. Semua penghuni tidak diperkenankan keluar dengan alasan agar tidak menularkan ke orang lain. Asrama Bethel saat ini dijaga oleh TNI dan Polri," kata Setyanto, seperti dikutip dari Antara, Kamis (16/4/2020).

Setyanto menyebut sebanyak 180 penghuni asrama Sekolah Tinggi Teknologi Bethel Indonesia diwajibkan menjalani karantina mandiri. Semua orang yang ada di asrama sudah menjalani pemeriksaan cepat untuk memastikan ada-tidaknya penambahan kasus positif.

"Seluruh mahasiswa sudah melakukan rapid test, untuk makan (bertahan hidup sehari-hari) mereka punya dapur sendiri," kata Setyanto.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari membenarkan adanya 34 orang di Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang positif terinfeksi Corona (COVID-19). Kasus ini disebut klaster Bethel.

"Iya ada peningkatan kasus di Petamburan (dengan jumlah 34 orang). Kemungkinan dari satu klaster. Kita sebut klaster Bethel ya," kata Erizon saat dihubungi.

Data kasus di Petamburan dipublikasi di situs corona.jakarta.go.id melalui peta persebaran kasus COVID-19 setiap kelurahan yang ada di Jakarta. Diduga, pasien positif Corona dalam klaster Bethel itu tertular karena adanya interaksi dalam satu lokasi.

"Otomatis kalau sudah di satu asrama, asramanya diisolasi. Lalu kalau secara klinis pasien bagus nggak semua dirawat di rumah sakit. Kecuali ada gejala klinis yang butuh pemantauan ya baru dibawa ke rumah sakit," kata Erizon.

Lebih lanjut, Erizon mengatakan, peningkatan data positif Corona di Petamburan memang baru dilaporkan sekitar 1-2 hari yang lalu.

"Baru satu atau dua hari yang lalu laporannya. Belum lama. Saya juga baru pantau itu. Terjadi peningkatan kasusnya memang belum lama," kata Erizon.

(idn/fjp)