Di Tengah Pandemi, Iran Tawarkan Pertukaran Tahanan

Deden Gunawan - detikNews
Kamis, 16 Apr 2020 13:21 WIB
Duta Besar Iran Mohammad Azad
Dubes Iran Mohammad Azad (Foto: Dok. Kedubes Iran)
Jakarta -

Republik Islam Iran menawarkan kerja sama untuk melakukan tukar-menukar tahanan dan narapidana. Kerja sama di tengah pandemi COIVD-19 semacam ini telah dilakukan Iran antara lain dengan Thailand, sehingga puluhan warga Iran yang menjadi narapidana berbagai kasus dikembalikan untuk melanjutkan sisa masa hukuman di Iran.

"Ada puluhan warga kami yang dibebaskan untuk melanjutkan masa hukuman di Iran," kata Duta Besar Iran Mohammad Khoush Heikal Azad dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom, Rabu (15/4/2020).

Kebijakan semacam ini, kata Azad yang pernah menjadi Atase Kebudayaan di Indonesia pada 1989-1994, dapat meringankan beban Thailand. Di pihak lain, para napi dapat bertemu keluarganya dan menjalankan masa sisa hukumannya di negara masing-masing. "Ini tentu akan membantu proses pembinaan, perbaikan sikap dan jiwa yang sedang mereka jalani," ujarnya.

Draf model kerja sama dengan Thailand tersebut telah ia serahkan kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk dikaji lebih lanjut. Selain itu, Azad juga akan berkomunikasi dengan Komisi Hukum DPR-RI untuk membahas isu tersebut. Ia berharap pemerintah Indonesia pada waktunya dapat memberikan respons seperti yang diharapkannya.

Dalam kesempatan terpisah, Yasonna mengakui telah menerima surat dari Dubes Iran Mohammad Azad. Selain mengajak kerja sama pertukaran tahanan atau narapidana, kata Yasonna, Azad juga meminta agar warganya yang ditahan di sejumlah Lapas bisa ikut dibebaskan terkait pandemic COVID-19.

Untuk diketahui, sejak awal pandemic COVID-19, 'Negeri Mullah' itu telah membebaskan lebih dari 80 ribu narapidana. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga memberi pengampuan kepada ribuan tahanan politik dalam rangka menghormati tahun baru Iran pada 20 Maret lalu.

(jat/jat)