Status Gunung Merapi Turun

Status Gunung Merapi Turun

- detikNews
Selasa, 13 Des 2005 16:50 WIB
Yogyakarta - Status Gunung Merapi yang berada diperbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Provinsi Jawa Tengah diturunkan dari waspasda menjadi aktif normal. Namun demikian warga sekitar yan tinggal dilereng Merapi tetap diminta waspada.Hal itu dikatakan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Dr A. Ratdomopurbo kepada detikcom, di kantornya Jl Cendana, Yogyakarta, Selasa (13/12/2005). "Sekitar lima bulan Merapi berstatus waspada, setelah kami evaluasi minggu lalu saat ini status diturunkan jadi aktif normal," kata Purbo.Menurut Purbo, penurunan status itu memang sudah saatnya karena berdasarkan hasil analisa data dari hasil laporan pengamatan petugas di beberapa pos, menunjukkan aktivitas Merapi dari berbagai aspek menurun. Meski turun status, Purbo tetap meminta warga sekitar lereng Merapi bagian barat, utara dan selatan untuk meningkatkan kewaspadaan."Diturunkannya status ini juga sekaligus menjadi patokan kita jika terjadipeningkatan aktivitas kembali," katanya.Ditanya mengenai kemungkinan terjadinya banjir lahar di saat musim hujan sekarang ini, Purbo mengatakan kemungkinan itu kecil sekali. Sebab endapan lava di lereng sudah sangat sedikit. Oleh karena itu, jika terjadi hujan deras tidak akan banjir lahar di hulu-hulu sungai yang ada di kawasan Merapi.Ia menambahkan berdasarkan hasil pengamatan antara 28 November 2005 hingga 4 Desember 2005 menunjukkan 4 kali terjadi gempa vulkanik dangkal. Namun antara 5-11 Desember hanya 3 kali. Untuk gempa kubah lava (MP) antara 5-11 Desember tercatat 136 kali, sedang antara 28 November hingga 4 Desember hanya 87 kali. "Berdasarkan pengamatan selama 1 minggu lalu guguran lava tidak teramati, suara guguran tidak terdengar. Api diam di kubah lava juga tidak teramati. Datakegempaan secara kuantitatif relatif tetap," katanya. Sedangkan berdasarkan data hari ini, Selasa(13/12/2005) aktivitas Merapi menunjukkan guguran lava tidak terjadi dan suara guguran tidak terdengar. Sedang asap sulfatra berwarna putih, tebal dengan tekanan lemah. Tinggi kolom asap sekitar 470 meter dari puncak. "Tinggi asap juga menurun 30 meterdari minggu lalu yang mencapai 500 meter, "kata Purbo. Untuk cuaca di sekitar Merapi pada umumnya cerah di pagi hari. Namun pada siang hingga malam hari cuaca berkabut, mendung sering terjadi hujan serta angin bertiup perlahan. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads